Hukum

Tips untuk Membeli Tanah yang Aman dan Legal

Sebelum bertolak menjadi kerugian, ada baiknya untuk mengetahui seluk-beluk tentang jual beli tanah.

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Tips Membeli Tanah yang Aman dan Legal

Salah satu aset yang diperkirakan akan terus mengalami kenaikan harga adalah properti. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di bumi ini, khususnya di Indonesia yang masih memegang prinsip ‘banyak anak banyak rezeki’, terus mengalami kenaikan yang signifikan.

Akan tetapi, bagi kamu yang tidak memiliki cukup modal, kamu hanya perlu berinvestasi pada lahan atau tanah. Pasalnya, selain terus mengalami kenaikan, lahan atau tanah hampir tidak memiliki nilai penyusutan, berbeda dengan bangunan yang akan lapuk semakin bertambahnya usia atau semakin sering digunakan.

Permasalahan Umum dalam Jual Beli Tanah

Akan tetapi, salah satu permasalahan dalam berinvestasi di tanah ialah faktor keamanan dan legalitas. Secara sederhana, berikut beberapa permasalahan dalam jual beli tanah yang sering dikeluhkan oleh banyak orang, sehingga membuat mereka sedikit was-was untuk melakukan jual beli tanah.

1. Surat Tanah yang dibeli ternyata Palsu

Masih banyak orang yang sebegitu mudah dengan sosok penjual, meskipun belum kenal betul. Bahkan dengan orang yang kita kenal, tetaplah harus waspada. Faktanya, manusia itu berubah, orang yang dulunya baik mungkin sekarang memiliki niat jahat.

2. Luas Tanah Tidak Sesuai dengan Luas yang Tertera di Sertifikat

Meskipun perbedaan luas yang dimaksudkan terkadang tidak begitu besar, akan tetapi yang namanya merugi tetap saja merugi, dan hal tersebut dapat dikategorikan dalam salah satu tindak penipuan.

3. Tanah yang Dibeli Adalah Tanah Sengketa

Kamu perlu curiga apabila menemukan tanah dengan lokasi strategis, namun dijual dengan harga yang murah. Biasanya, tanah tersebut bermasalah atau merupakan tanah sengketa, memaksamu untuk berurusan dengan serangkaian perkara hukum karenanya.


Tips untuk Membeli Tanah yang Aman dan Legal

Untuk menghindari permasalahan di atas, serta permasalahan lain yang mungkin muncul setelah kita membeli tanah dari seseorang, ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan agar bisa melakukan jual beli tanah dengan aman dan legal.

1. Pastikan Keaslian Tanda Bukti Hak katas Tanah

Kamu bisa memastikan keaslian dokumen kepemilikan tanah dengan mendatangi Kantor Pertahanan tempat lokasi tanah tersebut berada. Hal ini mungkin sedikit ribet, akan tetapi tidak ada salahnya dilakukan demi keamanan.

2. Pastikan untuk Melakukan Survey Lapangan

Survey lapangan tidak sekedar untuk memastikan tanah benar ada atau tidak, luasnya sesuai atau tidak dengan ada yang di sertifikat, akan tetapi juga mencakup riwayat dan sengketa yang mungkin terjadi setelah kamu membelinya. Kamu bisa menanyakannya kepada warga sekitar. Barang kali, tanah yang kamu tinggali ternyata bekas pekuburan dan berhantu. Serem, bukan?

3. Membuat Akta Jual Beli (AJB) sebagai Pendukung

Jika surat-surat tanah yang diperjual-belikan ternyata palsu, atau luas tanah tidak sesuai dengan sertifikat, atau terjadi sengketa setelahnya, kamu bisa melindungi dirimu, beserta seluruh hak-hak yang seharusnya kamu dapatkan jika sebelumnya telah membuat Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat di Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang bertugas di wilayah lokasi tanah.

4. Pastikan untuk Membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PBJB)

Jika jual-beli dilakukan dengan mencicil, atau dimulai dengan menyetorkan uang muka, pastikan untuk membuat PErjanjian Pengikatan Jual Beli (PBJB). Dokumen ini penting tidak hanya untuk penjual, namun juga pembeli agar tetap bisa mendapatkan hak-haknya sebagai pembeli, apabila ada masalah di kemudian hari.

5. Pastikan Jual Beli atas Persetujuan Pasangan

Jika si penjual tanah sudah menikah, maka pastikan sekali lagi bahwa penjualan tanah telah dilakukan berdasarkan persetujuan suami atau istri sesuai dengan peraturan yang mengharuskan demikian. Jika si penjual tidak bisa menunjukkan tandatangan keduanya, maka dari sini ada yang patut dicurigai.

6. Pahami Kembali Hak dan Kewajiban Masing-masing

Penjual tanah harus membayar pajak penghasila (PPh) apabila transaksi telah berhasil dilakukan. Sementara itu, pembeli harus membayar Bea Perolehan Hak katas Tanah dan Bangunan (BPHTB) setelah menyelesaikan mendapatkan tanah tersebut. Transaksi tanpa pembayaran pajak PPh atau BPHTB dapat dianggap tidak sah, atau bisa diperkarakan. Jadi pastikan untuk menyelesaikan kedua jenis pembayaran tersebut sesaat setelah menyelesaikan transaksi.


Menemukan penjual dan atau pembeli suatu produk properti seperti tanah memang gampang-gampang sulit. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, selain dari harga dan potensi pertambahan nilai. Termasuk di dalamnya adalah keamanan dan legalitas, agar kita tidak merugi di kemudian hari.

Ilustrasi tanah untuk hunian masa depan via realty101.com

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *