Edukasi

7 Tips Lolos Seleksi PTN Setelah Gap Year

Sebagaimana tanah yang kering kerontan, gap year setelah gagal ataupun liburan membuat otak kadang nggak jalan.

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Percaya Diri Diterima di Perguruan Tinggi

Salah satu pukulan terberat bagi pejuan PTN adalah ketika ia ditolak atau gagal dalam seleksi nasional perguruan tinggi. Beberapa akan menyerah, dan pergi ke perguruan tinggi swasta karena tekanan dari lingkungan sekitar untuk segera melanjutkan pendidikan. Sedangkan beberapa diantaranya akan terus berjuang, dan mencoba di tahun depan.

Akan tetapi, permasalahan tidak hanya muncul sampai di sana. Bagi mereka yang ingin terus berjuang, gap year atau jeda waktu satu tahun merupakan satu tahun setelah lulus dari sekolah merupakan satu tantangan tersendiri.

Tidak hanya mengikis ingatan dan kepiawaian karena waktu dan kesibukan, namun juga dapat berimbas pada turunnya rasa percaya diri, khususnya minder pada mereka yang telah berkuliah duluan dan mendapatkan banyak prestasi di sana.

Nah, agar kamu bisa tetap memberikan hasil terbaik pada ujian serentak untuk masuk di PTN favoritmu, ikuti 5 tips berikut ini!

1. Menumbuhkan Motivasi Belajar

Belajar terkadang menjengkelkan via blog.medel.com

Beberapa yang memilih gap year merupakan orang-orang yang tersisih dari kompetisi yang ketat. Sebenarnya hal tersebut tidak masalah, namanya kompetisi, ada yang lanjut da nada yang tersisih. Akan tetapi, masalah sebenarnya adalah ketika kamu tersisih, dan kehilangan semangat dan harapan.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai membangun dan mempersiapkan kembali segalanya adalah dengan menumbuhkan motivasi belajar. Motivasi bisa bersumber dari mana saja, kamu sendiri lah yang bisa menemukan sumber atau hal yang paling bisa membuatmu termotivasi.

2. Belajar dengan Tekun

Mengikuti les tambahan via echo360.com

Jika motivasi untuk belajar dan mengulang kembali berbagai rutinitas di masa lalu telah kamu dapatkan kembali, maka sudah saatnya untuk membuka buku. Kamu tidak harus setiap hari duduk berjam-jam di depan meja belajar. Temukan tempat dan waktu yang nyaman, asalkan tetap berkesinambungan.

Pepatah bilang, hasil tidak akan menghianati kerja keras. Oleh karena itu, pastikan kamu belajar dengan setekun-tekunnya. Ulangi kembali pelajaran-pelajaran yang menjadi kelemahan, temukan cara tercepat untuk mengerjakan soal, dan latih ketelitian pada setiap detail pertanyaan yang biasanya menjebak.

3. Mengatur Target dan Tujuan

Karena manusia butuh kepastian via lemonadebeach.com

Kerja keras memang diperlukan untuk sebuah ambisi yang besar. Akan tetapi, hal tersebut juga akan sia-sia, atau bahkan mengendor jika kamu tidak memiliki target dan pencapaian yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

Untuk tetap mempertahankan performa belajarmu, serta memberikan arah yang benar, lakukan perencanaan pada kegiatan belajarmu dengan baik.

Tentukan materi yang harus diprioritaskan dan digali lebih banyak. Atur target belajar dan pencapaian yang harus diraih. Itu akan tetap membuatmu konsisten dan bersemangat.

4. Temukan Lingkungan yang Mendukung

Menghabiskan waktu dengan rekan seperjuangan via dissertationproviders.co.uk

Sering kali, ketika kita telah memiliki motivasi dan bekerja keras untuk sebuah ambisi, lingkungan sekitar justru seolah membatasi. Contoh yang paling nyata, misalnya para tetangga yang tetiba lewat dan mencibir ketidak-mampuan kita untuk lolos seleksi PTN dan dianggap hanya bermalas-malasan saja di rumah.

Kendala tersebut, dapat berasal dari siapa saja. Bahkan dari keluarga dan orangtua sekalipun. Menyikapi hal tersebut, kita perlu lingkungan dengan support system yang mendukung. Batasi bergaul dengan orang-orang yang tidak memberikan dampak positif bagi kita, khususnya bagi proses belajar kita.

Jika perlu, bentuklah sebuah kelompok belajar untuk mempersiapkan seleksi PTN di tahun berikutnya. Kamu juga bisa menggunakan medsos atau aplikasi smartphone untuk menunjang kegiatan belajarmu.

5. Persiapkan Rencana Cadangan

Memperkirakan kondisi terburuk freepik.com

Fokus dan berjalan sesuai dengan target dapat membuatmu konsisten. Akan tetapi, kamu juga harus mempertimbangkan untuk menyusun rencana cadangan jika setiap usaha dan upaya tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan.

Kita tidak boleh egois dan keras kepala. Oleh karenanya, buatlah sebuah rencana cadangan yang paling mungkin untuk disusun, dan tetap nyaman untuk kamu jalankan. Misalnya, dengan mengambil jurusan yang masih serumpun, namun dengan persaingan yang lebih longgar atau memungkinkan.

6. Rajin Berdo’a

Beribadah memberikan ketenangan jiwa via bimbinganislam.com

Jika setiap usaha dan upaya telah kita lakukan, maka yang tersisa tinggallah berdo’a kepada Tuhan yang Maha Esa. Berdo’a lah di sepanjang tahun, tidak hanya setelah kamu melakukan ujian. Mendekatkan diri kepada Tuhan dapat memberikan kamu ketenangan, sehingga lebih rileks dalam belajar, maupun mengerjakan soal.


Sebenarnya, gap yer bukan merupakan suatu yang memalukan. Tidak masalah jika kamu berjalan lebih lambat dari yang lainnya. Asalkan, ketika kamu telah memutuskan untuk memulainya, kamu memberikan usaha terbaik untuk itu.

Bahkan di Amerika Serikat atau beberapa Negara maju sendiri, gap year menjadi trend tersendiri di kalangan remaja yang baru lulu SMA sederajat. Bagaimana bisa?

Sebuah perusahaan pemesanan hostel terkemuka di AS sempat mengadakan survei pada tahun 2016 yang berhubungan dengan gap year. Dalam survei itu, 69% responden yang berusia 18 tahun memilih untuk gap year agar bisa bebas traveling setelah masa sekolah yang melelahkan.

Jadi, santai saja jika kamu ditolak oleh PTN impianmu, dan memutuskan untuk mengambil gap year. Asalkan, kamu menjalani dan mengisi gap year-mu dengan kegiatan positif dan membangun. Hindari bermalas-malasan seharian dengan bermain game atau kegiatan tidak bermanfaat lainnya.

Banyak hal yang harus dikejar selama masih muda!

Ilustrasi strong child via medium.com

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *