Religi

7 Amalan yang Disunnahkan Rasulullah Sebelum Tidur

Biasakan dari sekarang agar kamu selamat di dunia dan akhirat.

Dyah Gayatri Written by Dyah Gayatri
· 2 min read >
Tips Sebelum Tidur dalam Islam

Sebagai teladan umat Islam, apa yang Rasulullah kerjakan selalu berlandaskan alasan dan kebaikan. Oleh karenanya, gerak gerik dan kebiasaannya selalu diperhatikan oleh para sahabat untuk kemudian ditiru dan diamalkan dalam keseharian.

Dari berbagai amalan yang pernah Rasulullah lakukan selama hidupnya, amalan-amalan menjelang tidur adalah satu dari sekian banyak amalan yang paling sering beliau lakukan, lantaran amalan tersebut merupakan kebiasaan yang dilakukan tanpa pernah beliau tinggalkan.

Lalu apa saja amalan sebelum tidur yang mewujud dalam keseharian Rasulullah, dan sagat patut untuk kita contoh dan amalkan dalam keseharian kita sebagai umatnya? Berikut 7 Kebiasaan Rasul sebelum berangkat tidur.

1. Menyegerakan untuk Tidur

Tidurlah seperti bayi, tanpa beban dan pikiran via ahaparenting.com

Rasulullah sendiri amat sangat menyukai tidur lebih awal, jika tidak ada alasan atau kegiatan yang mengharuskannya untuk terjaga di malam hari. Hal tersebut beliau lakukan agar dapat bangun lebih awal, dan beribadah serta berdo’a untuk keselamatan seluruh umatnya di sepertiga malam yang mustajab.

Bagi kamu yang memiliki urusan atau pekerjaan yang belum diselesaikan, kamu juga bisa menyontoh kebiasaan rasulullah dengan tidur lebih awal, dan bangun untuk beribadah sejenak, sebelum kemudian melanjutkan pekerjaan tersebut dini hari. Pikiran yang jernih akan membuat pekerjaanmu lebih optimal.

2. Menjaga Wudhu

Seorang santri muda yang sedang berwudhu via nu.or.id

Ada banyak gangguan baik dari jin ataupun setan melalui mimpi, serta kejadian tak terduga yang bisa terjadi saat kamu tertidur, sepertihalnya penyakit jantung atau penyakit lain yang biasa datang tiba-tiba dan membahayakan jiwa. Untuk melindungi diri, sekaligus untuk menjaga diri dalam keadaan suci, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berwudu sebelum pergi ke pembaringan.

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Membersihkan Tempat Tidur

Membersihkan kasur dari debu penyebab penyakit via procleanstl.com

Tanpa sadar, mungkin kamu telah melakukan amalan tersebut. Namun amalan tersebut hanya akan berlalu sebagai perbuatan biasa tanpa adanya niatan untuk mengikuti sunnah Rasulullah. Dengan mengetahui hal tersebut adalah ajaran Rasulullah, amalan tersebut akan dinilai sebagai ibadah oleh Allah.

Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Selain untuk menjaga diri dari binatang ataupun serangga yang mungkin akan mengganggu tidurmu, menjaga kebersihan tempat tidur juga dapat membuat istirahat kamu jadi lebih berkualitas.

“Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”  (HR. Bukhari & Muslim)

4. Memperbanyak Dzikir dan Istigfar

Keistimewaan orang yang sering berdzikir via merdeka.com

Selama satu hari penuh, baik sadar maupun tanpa sadar kita telah melakukan dosa dan kenistaan di dunia. Memperbanyak istigfar, setidaknya akan meringankan kesalahan dan dosa yang kita perbuat seharian penuh. Dzikir dapat menjadi bekal dan amalan sebelum tidur, karena kematian bisa datang kapan saja.

“Wahai para hamba-Ku! Sesungguhnya kalian berbuat salah di malam dan siang hari. Dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya. Maka mintalah ampun kepada-Ku, Aku akan mengampinimu.” (HR. Muslim)

Bagi kamu yang memiliki masalah insomnia, dianjurkan untuk melakukan amalan ini. Dengan berdzikir dan memperbanyak istigfar, hati akan menjadi tenang.

5. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Bacaan yang disunnahkan sebelum tidur via bacaanmadani.com

Setelah membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas secara berurutan sebanyak masing-masing satu kali, tiupkan kepada telapak tangan dan usapkan pada wajah, dan dilanjutkan pada bagian lainnya sebagaimana kamu melakukannya saat wudhu: pergelangan tangan, kepala, telinga, dan kedua kaki.

Selesai mengusapnya secara menyeluruh, lakukan hal yang sama mulai dari membaca lagi surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sampai proses pengusapan sampai sebanyak 3 kali. (HR. Al-Bukhari & Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa-i).

6. Menunaikan Shalat Witir

Shalat sunnah sebelum tidur via nu.or.id

Shalat Witir biasanya diamalkan sebagai penutup shalat malam, yaitu setelah shalat tahajud. Akan tetapi, apabila kamu tidak yakin dapat terbangun pada sepertiga malam, kamu dapat mengamalkannya sebelum tidur. Hal tersebut dijelaskan oleh Abu Hurairah berdasarkan sabda dari Rasulullah:

“Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)

7. Berdo’a Sebelum Tidur

Memanjatkan do’a sebelum tidur via lifestyle.okezone.com

Do’a sebelum tidur dimaksudkan agar kita senantiasa dalam perlindungan Allah, sekaligus menjadi bekal terakhir, siapa tahu itu adalah kali terakhir kita membuka mata. Setidaknya di akhir masa kehidupan, kita telah memegang keyakinan kepada Allah dengan hanya menggantungkan beliau sebagai satu-satunya Dzat yang maha perkasa.

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari).


Tujuh amalan di atas mungkin terdengar terlalu banyak bagi kita. Akan tetapi, apabila mulai dijalani secara perlahan dengan penuh keikhlasan, maka hal tersebut tidak akan terasa memberatkan, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang kita ulang.

Pada akhirnya, kita akan senantiasa dan terbiasa beribadah bahkan tanpa kita menyadarinya. Bukankah akan sangat indah ketika kita mampu menjalankah sunnah Rasul tanpa sedikitpun beban, mengetahui kesemuanya itu tidak lain adalah untuk kebaikan diri sendiri.

Written by Dyah Gayatri
Urip iku murup. Kehidupan selayaknya dapat memberi kebermanfaatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan orang di sekitar kita, beserta seluruh alam semesta. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *