Edukasi

Selesai S1, Baiknya Lanjut Kuliah Atau Kerja?

Masih bingung harus ngapain setelah lulus kuliah? Istirahat sejenak, langsung lanjut S2, kerja, atau malah dua-duanya?

Avatar Written by Kreta Amura
· 4 min read >
Multitasking Kuliah Sambil Kerja

Salah satu dilemma yang dihadapi seseorang setelah lulus dari kuliah adalah menentukan apakah harus lanjut kuliah, atau kerja dulu barang beberapa tahun. Dilema ini, meningkat rasionya, dan terkadang tidak jarang memberikan dampak yang depresif khususnya pada beberapa orang yang belum menemukan passion dan pilihan hidupnya.

Memutuskan apakah harus lanjut kuliah atau kerja dulu harus didasarkan atas banyak pertimbangan. Porosnya, umumnya berdasarkan kebutuhan jenjang karir dan perencanaan hidup di masa mendatang. Jika profesi yang kamu ambil adalah profesi yang sangat membutuhkan gelar akademik, maka tentu lanjut kuliah menjadi prioritas. Hal tersebut berlaku sebaliknya. Akan tetapi, meskipun karir dan pekerjaanmu tidak membutuhkan profesionalitas dan pengakuan akademik, mengambil S2 atau gelar Master juga tetap dianjurkan dengan berbagai alasan.

Untuk mempermudah pengambilan keputusan, antara lanjut kuliah S2 atau kerja dulu, maka lebih baik kamu menyimak ulasan berikut ini baik-baik.

Plus Minus Langsung Lanjut S2 Setelah Lulus

Lulus dari Universitas Terbaik

Momen kelulusan yang membanggakan via studybreaks.com

Jika kamu memutuskan untuk langsung lanjut kuliah S2, kamu akan lebih mudah untuk menguasai materi dan teori yang dijelaskan dalam perkuliahan. Memutuskan untuk mengambil jeda terkadang tidaklah bijak, karena apa yang kita ketahui dan pelajari terkadang akan menguap seiring berjalannya waktu, apalagi apa yang kita kerjakan sama sekali tidak berhubungan dengan bidang dan keahlian.

Selain itu, kompetensi akademis, khususnya dalam diskusi maupun praktik lapangan akan semakin terasah. Tidak hanya sampai di sana, kamu juga akan bertemu dan menjalin hubungan dengan orang-orang profesional, khususnya mereka yang memiliki kemampuan akademik yang kuat, serta latar belakang yang beragam.

Di sisi lain, meskipun dihadapkan pada lingkungan yang sangat mendukung, lanjut kuliah setelah lulus S1 juga terkadang menempatkanmu berada dalam masalah lain, yaitu belum bisa menentukan arah dan fokus terhadap tujuan yang benar-benar ingin diwujudkan, atau realistis untuk dicapai berdasarkan taksiran kemampuan. Perasaan tersebut akan muncul, khususnya ketika kamu belum benar-benar pernah mengenali dirimu melalui lingkungan dan persaingan kerja yang realistis.

Berlanjut pada persoalan teknis, meskipun memiliki gelar yang tinggi dapat meningkatkan nilai profilmu, akan tetapi gelar tersebut juga dapat menjerumuskanmu, khususnya di mata para perekrut pekerjaan. Siapa yang mau mempekerjakan seorang dengan gaji mahal karena profil pendidikan tingginya, namun belum terasah, teruji atau terlihat secara kemampuan? Para perekrut kerja, terkadang melihat pengalaman kerja dan rekomendasi dari instansi sebelumnya dalam menilai kualitas para pelamar mereka.

Terlepas dari itu semua, ada banyak hal yang mungkin akan membuatmu lelah, tergoda dan ingin mengakhirinya saja. Khususnya, ketika kamu melihat rekan atau teman S1-mu telah mendapatkan pekerjaan impian dan mapan, sedangkan kamu masih berada di sini-sini saja, berkutat dengan tugas akhir, tesis dan transkrip akademik, atau segudang kesibukan kampus lain yang membuatmu merasa menjadi orang yang tidak berguna. Sedangkan, ijazah atau hasil dari kuliah nyatanya tidak berguna amat untuk menempatkanmu pada posisi atau pekerjaan impian.

Plus Minus Langsung Kerja Setelah Lulus S1

Jurusan yang Paling Menjanjikan

Bekerja dengan tim, di perusahaan idaman via cardiff.ac.uk

Jika kamu memutuskan untuk menunda kuliah, dan kerja setelah lulus S1, maka selain dapat lebih dewasa secara finansial, pengalaman kerja, yang mana tidak akan didapatkan di bangku kuliah. Bagaimanapun juga, selain kompetensi dalam bekerja, kamu juga akan dihadapkan dengan berbagai jenis orang, dan diharuskan untuk menangani mereka dengan cara yang berbeda-beda.

Sehingga, apa yang kamu dapatkan ketika bekerja tidak hanya terbatas pada konteks yang teoritis, akan tetapi malah lebih praktis dan realistis. Pengalaman kerja dan kemampuan untuk berhadapan dengan orang, serta jaringan yang kuat dengan banyak orang ini selain memberikan dampak pada profil profesionalmu, terkadang juga dapat membantumu ketika mengajukan aplikasi beasiswa, bahkan melamar untuk masuk ke jenjang S2.

Di sisi lain, karena telah ‘mencecap’ manisnya kemandirian melalui kerja mandiri, orang yang memutuskan langsung bekerja terkadang di buat terlena. Mereka yang telah mendapatkan kemandirian secara finansial biasanya sangat enggan untuk meninggalkan zona nyamannya, demi kembali menjadi mahasiswa perantauan yang setiap akhir bulan harus rela kelaparan. Padahal, melanjutkan kuliah tidak melulu tentang soal gengsi, namun lebih untuk memperluas kesempatan, serta menumbuhkan kesadaran.

Hal tersebut terkadang diperparah dengan kondisi otak yang berkarat. Saking lamanya tidak digunakan untuk membaca naskah, teks, ataupun dokumen akademik, untuk membaca prosedur pendaftaran S2 saja, mungkin agak sedikit memberatkan bagi mereka yang sudah terlanjur terjebak dengan rutinitas pekerjaan, dan berbagai macam keistimewaan yang mungkin harus ia tinggalkan ketika kembali berstatus sebagai mahasiswa. Sehingga, terkadang keberhasilan mendapat pekerjaan di usia muda, khususnya pekerjaan yang benar-benar diidamkan dan menjadi tujuan dalam beberapa sisi menghambat kemajuan seseorang.

Mungkin, kamu bisa mendapatkan banyak koneksi dengan bekerja pada suatu perusahaan. Akan tetapi, sadar atau tidak sadar, koneksi tersebut perlahan-lahan akan menjadi jenuh, hingga sampailah kamu pada kesadaran, bahwa orang-orang yang kamu temui dalam sehari-hari hanyalah orang-orang itu saja, meskipun berbeda, tapi tetap tidak dapat memberikan kesempatan dan wawasan baru, karena sejatinya mereka berenang dalam satu kolam yang sama.

Mengambil Jeda untuk Kemudian Melanjutkannya

Traveling Sekarang Juga untuk Menghilangkan Stress

Jeda untuk bersantai dan beristirahat via vantageoceancity.com

Jika tujuanmu telah jelas, diikuti dengan perencanaan hingga langkah yang matang, ada baiknya untuk tidak menunda-nunda dan langsung merealisasikannya. Akan tetapi, jika kamu masih belum menemukan passion, arah hidup dan tujuanmu, maka mengambil jeda sejenak dan beristirahat merupakan langkah terbaik.

Akan tetapi, bukan berarti kerjaanmu hanya bengong, bermain-main atau mewek sendiri melihat drama korea seharian. Kamu bisa mengisi hari-harimu dengan kerja sampingan/ringan, menjadi relawan, atau mencoba-coba hobi baru yang belum sempat kamu tekuni karena kesibukan kuliah. Siapa tahu, dari waktu istirahat yang tidak seberapa, kamu bisa mendapat gambaran mau jadi apa kedepannya.

Pastikan, kamu telah memasang target yang jelas, kapan harus beristirahat, kapan harus bangkit dan berdiri. Jangan sampai jeda yang kamu ambil terlalu lama, sehingga membuat jiwa dan ragamu karatan, dan berakhir dengan ketertinggalan. Apapun yang kamu lakukan, sekecil apapun itu, sebaiknya membawa dampak dan perubahan baik pada dirimu.

Bagaimanapun juga, dilema untuk memilik lanjut kuliah setelah lulus, atau kerja dulu barang beberapa tahun merupakan masalah yang umum dihadapi oleh orang-orang dengan tingkat ekonomi stabil. Pasalnya, menempuh pendidikan master di Indonesia sendiri masihlah tergolong kebutuhan tersier.

Dengan begitu, apabila kamu termasuk orang-orang yang memiliki sumber daya ekonomi yang tidak berlimpah, maka bekerja terlebih dahulu barang beberapa waktu untuk menabung biaya pendidikan dapat menjadi solusi, disamping mulai mempersiapkan untuk mencari sumber pendanaan lain seperti beasiswa.

Kuliah Sambil Kerja, Mengapa Tidak?

Multitasking Kuliah Sambil Kerja

Pengalaman kuliah sambil kerja via blog.medel.com

Menempuh pendidikan S2 sambil bekerja juga sangat memungkinkan. Di kampus sendiri, entah itu fakultas ataupun jurusan, ada banyak jenis pekerjaan yang mungkin cocok untuk kamu geluti. Seperti menjadi asisten dosen, pembimbing skripsi, enumerator, petugas lapangan, hingga berbagai profesi yang mungkin gajinya tidak seberapa, namun setidaknya dapat meringankan beban ekonomi, selain menambah kompetensi yang akan sangat membantu dalam melengkapi profil profesionalmu.

Selain dari sumber dalam kampus, kamu juga bisa mencari pekerjaan di luar kampus. Sepertihalnya memulai proyek freelance, bekerja di restoran, foto-kopian, atau bahkan mulai merintis usaha dengan beberapa rekan yang kamu percaya. Ada banyak sekali peluang kerja yang bisa kamu dapatkan, kalau kamu benar sunggguh-sungguh mencarinya.

Bagaimanapun juga, daripada repot memilih antara lanjut kuliah atau kerja dulu, bukankah lebih baik memilih dua-duanya? Kamu bisa mendapatkan dua keunggulan dalam satu keputusan. Akan tetapi, kamu juga harus paham dan siap dengan konsekuensi yang datang setelahnya. Kerja keras dan konsisten menjadi hal pertama yang harus kamu miliki. Karena kuliah sambil kerja bukanlah merupakan persoalan yang sepele.

Kamu harus pandai-pandai mengatur jadwal, serta memanage stress dan depresi karena beban yang datang dari berbagai sisi. Akan sangat sering kamu temui, ketika pekerjaanmu menuntut suatu target terselesaikan, sementara jadwal akademik mengharuskan kamu untuk mempersiapkan lusinan berkas tugas yang harus kamu pelajari, juga tugas yang harus di selesaikan.

Sehingga, kuliah sambil kerja tidak semudah apa yang kamu bayangkan. Keunggulan ekonomi tidak lagi menjadi begitu berarti ketika kamu dihadapkan dengan berbagai masalah, serta tekanan hidup yang tidak jarang membuatmu ingin menyudahi segalanya.

Akan tetapi justru dari itu semua lah kamu bisa belajar. Untuk memanage waktu, stress dan depresi, keuangan, hingga masalah remeh-temeh seperti cinta dan persahabatan yang mungkin entah di mana lagi bisa kamu selipkan dalam keseharian yang serba penuh kesibukan. Pada akhirnya hanya dengan tekanan, bongkahan batu biasa bisa berubah menjadi berlian yang mengagumkan.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *