Edukasi

Sejarah 5 Universitas Tertua di Indonesia

Mereka adalah para perintis. Di dalamnya terkandung sejarah kisah-kisah yang begitu dalam dan sarat akan pembelajaran.

Avatar Written by Kreta Amura
· 3 min read >
Daftar Universitas Tertua di Indonesia

Ada banyak sekali kampus atau universitas yang bertebaran di seluruh penjuru Indonesia. Mulai dari perguruan tinggi Negeri, swasta, yang telah lama berdiri, yang baru seumur jagung, hingga universitas abal-abal yang kerap terciduk mengadakan wisuda dan kini sedang ditindak.

Meskipun masing-masing perguruan tinggi memiliki plus dan minus tersendiri, namun kita tetap wajib untuk mengenal mana diantara mereka yang telah berjasa, menjadi pelopor dan memberikan apresiasi yang besar karena telah berkontribusi menghasilkan para sarjana, pejuang revolusi, serta para pemimpin bangsa.

Selain sarat dengan sejarah dan budaya, usia sebuah universitas, sebagaimana manusia, biasanya juga dibarengi dengan kualitas. Tidak heran, beberapa kampus yang masuk dalam daftar 5 universitas tertua di bawah ini juga termasuk ke dalam satu dari sekian perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

1. Universitas Indonesia (UI)

Kampus Universitas Indonesia via news.detik.com

Dahulu, Universitas Indonesia merupakan kampus kedokteran yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1851 karena tenaga medis sangat dibutuhkan pada saat itu. Pada tahun 1924, pemerintah kolonial kembali mendirikan lembaga pendidikan RHS (Rechtshoogeschool te Batavia – Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta). RHS inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Fakultas Hukum UI.

Universitas yang pada tahun 1947 dikenal dengan nama Universiteit van Indonesië ini pernah dipindahkan ke Yogyakarta, karena saat itu Ibu Kota RI berada di Yogyakarta, akan tetapi tidak lama bersamaan dengan kembalinya status Ibu Kota Jakarta, tepatnya pada tahun 1949.

Universiteit van Indonesië kemudian disatukan menjadi “Universiteit Indonesia” pada 1950 dengan 7 fakultas yang berbeda, yaitu Fakultas Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat di Jakarta, Fakultas Teknik terletak di Bandung, Fakultas Pertanian di Bogor, Fakultas Kedokteran Gigi di Surabaya, serta Fakultas Ekonomi ada di Makasar. UI secara resmi memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertamanya Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerio.

2. Universitas Airlangga (UNAIR)

Gemerlap kehidupan malam di rektorat UNAIR via hipwee.com

Sebagaimana UI, Universitas Airlangga juga merupakan dari lembaga pendidikan Belanda. UNAIR merupakan gabungan dari dua lembaga pendidikan, yaitu Nederlands Indische Artsen School (NIAS) yang berdiri pada tahun 1913 dan School Tot Opleiding Van Indsiche Tandartsen (STOVIT) yang berdiri pada tahun 1928.

Universitas Airlangga berlokasi di Kota Pahlawan, Kota Surabaya, kota yang menyimpan banyak sejarah. UNAIR terbagi ke dalam tiga kampus. Jika kamu berkunjung ke Kampus A, kamu dapat melihat corak bangunan zaman kolonial Hindia Belanda yang masih sangat kental. Mulai dari arsitektur, tatanan jalan, hingga hiasan pendukung seperti lampu dan kursi taman.

Meskipun telah berdiri sejak lama dengan nama berbeda, Universitas Airlangga sendiri baru diresmikan pada tahun 1954 oleh Presiden RI pertama, Dr. Ir. Soekarno. UNAIR menjadi universitas pertama yang dibangun di kawasan timur Indonesia. Uniknya, peresmian kampus dengan maskot mitologi Garuda ini bertepatan dengan hari pahlawan ke-9.

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Landskap kampus ITB via thinkgeoenergy.com

Technische Hoogeschool te Bandoeng atau yang juga dikenal dengan nama Het Koninklijk Instituut Voor Hooger Technisch Ondrwijs in Nederlansch-Indie adalah nama pertama dari perguruan tinggi yang kini menjadi satu dari sekian universitas terbaik di Indonesia. Universitas ini didirikan pada 13 Juli 1920 pada masa kolonial Hindia Belanda. Akan tetapi setelah Indonesia merdeka, perguruan tinggi ini dirubah namanya menjadi Institut Teknologi Bandung dan diresmikan pada tanggal 2 Maret 1959.

ITB merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno, meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil. Sebagaimana Universitas Indonesia dan UNAIR, selain memiliki sejarah yang panjang, ITB juga meninggalkan beberapa peninggalan sejarah dalam bentuk bangunan, tata letak dan arsitektur yang menawan. Berkuliah di ITB, mungkin akan membuatmu serasa berada di salah satu bagian benua lain.

ITB memiliki pintu masuk utama di Jalan Ganesha yang dulunya bernama Hoogeschoolweg dan di depan taman Ganesha yang dulunya disebut Ijzerman park. Rektor pertama ITB adalah Prof. Ir. Januari Klopper, seorang guru besar matematika dan mekanika terapan Technische Hoogeschool te Delft berkebangsaan Belanda yang menjabat selama 5 tahun yakni dari 1920 – 1925.

4. Institut Pertanian Bogor (IPB)

Pesona kampus IPB via pingpoint.com

Landbouw Hogeschol didirikan pada tahun 1940. Berselang satu tahun setelahnya, tepatnya pada 31 Oktober 1941, perguruan tinggi ini berganti nama menjadi Landbouwukndige Faculteit. Lembaga pendidikan ini berfokus untuk mempelajari, serta memberikan pengajaran tentang pertanian dan ilmu-ilmu agronomi.

Meskipun pada masa pendudukan Jepang, sekitar tahun 1942 sampai dengan 1945, sempat ditutup, institut ini kembali dibuka dan berganti nama, serta menjadi bagian dari Fakultas Pertanian Universitas Indonesia.

Baru pada 1 September 1963, Fakultas Pertanian Universitas Indonesia memisahkan diri dan mengubah nama menjadi Institut Pertanian Bogor dengan 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang terletak di Bararnangsiang serta Fakultas peternakan dan Kedokteran Hewan yang berada di Gunung Gede.

5. Universitas Islam Indonesia (UII)

Eksotisnya pemandangan rektorat kampus UII via jogja.tribunnews.com

Pada zaman kolonial, mereka yang berhak dan mampu mengenyam pendidikan tinggi hanyalah kelahiran Belanda, atau bangsawan Indonesia. Dengan landasan kesadaran akan pendidikan untuk masyarakat pribumi, pada tahun 8 Juli 1945, UII didirikan dengan nama Sekolah Tinggi Islam.

Barulah pada tahu 1947, STI berganti nama menjadi apa yang kita kenal sekarang, yaitu Universitas Islam Indonesia. Pada saat itu, UII hanya memiliki 5 fakultas yakni Fakultas Ekonomi, Hukum, Pendidikan dan Agama. Adapun peresmiannya sendiri baru dilakukan pada bulan maret 1948 di Pendopo nDalem Purbojo, Ngasem Yogyakarta.

Pada peristiwa Agresi Militer Belanda tahun 1948, aktivitas belajar-mengajar sempat terhenti. UII demi kemanan dan kelangsungan pendidikan kaum pribumi, UII memindahkan aktvitas pembelajaran di berbagai tempat, salah satunya di Kraton Yogyakarta. Pada awal 1990, didirikan Kampus Terpadu agar UII kembali bersatu. Meskipun demikian, UII tetap memiliki 3 kampus yang terpisah, yakni di Taman Siswa, Condong Catur dan juga di Jalan Gejayan.


Pepatah bilang, bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai sejarahnya. Daftar kampus di atas, bagaimanapun juga merupkan bagian dari sejarah bangsa ini. Mereka adalah satu dari sekian agen perubahan yang terlibat aktif dalam melahirkan para cendekiawan, sastrawan, bahkan pejuang yang rela turun ke jalan demi memperjuangkan kepentingan kaum-kaum yang tertindas oleh tangan bangsawan.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *