Religi

Mengenal 3 Jenis Mimpi Basah dalam Islam

Mulai dari mimpi yang biasa, sampai dengan mimpi nyeleneh yang kadang membuat kita bertanya-tanya apa gerangan maknanya.

Dyah Gayatri Written by Dyah Gayatri
· 1 min read >
Mimpi Basah dalam Islam

Mimpi basah merupakan pengeluaran cairan semen tanpa sadar di saat sedang tertidur. Biasanya mimpi basah dialami oleh laki-laki dan menjadi pertanda bahwa ia telah menginjak masa pubertas. Akan tetapi, mimpi tersebut juga dialami oleh perempuan, dan juga orang dewasa.

Bahkan, mereka yang telah menikah pun dapat mengalami mimpi basah. Meskipun secara ideal, intensitas mimpi basah akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

Dalam Islam sendiri, mimpi basah merupakan pertanda seorang masuk pada usia baligh, dimana seluruh kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan akan mulai diperhitungkan untuk dipertanggung jawabkan oleh dirinya seorang.

Bagi mereka yang mengalami mimpi basah, dirinya telah dianggap junub dan memiliki hadats besar. Oleh sebab itu, diwajibkan baginya untuk menyucikan diri pada keesokan paginya, atau segera setelah bangun dari mimpinya.

Menariknya, menurut Islam sendiri setidaknya ada tiga jenis mimpi basah yang bisa kamu alami. Perbedaan mendasar apakah yang ada pada ketiganya? Lalu bagaimana dengan hukum masing-masing dari mimpi basah tersebut? Berikut ulasannya!

1. Ihtilam Nikmah

Ihtilam Nikmah adalah suatu kondisi di mana air mani atau sperma keluar tanpa mimpi apapun. Biasanya, keluarnya air mani atau sperma tanpa rangsangan seksual diakibatkan oleh kelelahan dan tekanan stress yang tinggi.

Apabila sperma keluar ketika seseorang sadar, maka dirinya tidak diwajibkan untuk mandi besar. Akan tetapi, jika keluarnya sperma saat tidur, maka orang tersebut tetap diwajibkan untuk mandi besar karena dikhawatirkan dirinya lupa atas mimpi erotis yang baru dialaminya.

2. Ihtilam Uqubah

Ihtilam Uqubah adalah keluarnya air mani atau sperma karena dipicu oleh mimpi erotis. Berhubungan intim dengan sosok yang tidak dihalalkan, misalnya wanita lain, istri tetangga, artis atau bahkan sesama pria melalui senggama lubang belakang.

Ihtilam Uqubah biasanya terjadi setelah seorang melihat atau mengalami hal-hal terlarang, yang berkaitan dengan pengalaman erotis. Ihtilam Uqubah juga kerap diidentikkan dengan salah satu jenis permainan Setan untuk menggoda manusia.

3. Ihtilam Karomah

Hampir serupa dengan Ihtilam Uqubah, Ihtilam Karomah merupakan mimpi berhubungan intim hingga menyebabkan air mania tau sperma memancar dari kemaluan.

Akan tetapi berbeda dari sebelumnya, orang yang menjadi lawan dalam mimpi tersebut adalah orang yang dibenarkan dalam syariat, yaitu pasangan sendiri yang telah sah secara agama. Selain itu, cara berhubungan yang terjadi dalam mimpi tersebut juga tidak menyalahi aturan-aturan agama.


Meskipun penyebab dari ketiga mimpi basah tersebut bermacam-macam, namun para ulama sepakat bahwa keluarnya air mani baik dengan ataupun tanpa mimpi saat tertidur mewajibkan seseorang untuk melakukan mandi besar.

Akan tetapi, tidak ada hukum terkait mimpi yang dialami oleh seseorang, entah itu halal atau haram. Hukum yang melingkupi perkara tersebut hanyalah kewajiban untuk menyucikan diri dengan mandi besar, sementara hukum syariat hanya berlaku untuk kegiatan yang terjadi sebelum tidur.

Jadi meskipun kamu bermimpi telah meniduri istri tetangga, wanita atau pria yang bukan mahramnya, atau bahkan lebih keji dari perkara tersebut (bersenggama dengan sesama jenis), kamu tidak sedang melakukan sebuah dosa.

Hanya saja, kamu lebih berhati-hati. Siapa tahu mimpi tersebut merupakan salah satu bentuk godaan setan. Sebagai manusia yang bertuhan, kita wajib membentengi diri dengan selalu meminta perlindungan sebelum tidur.

Selain itu, hendaknya kita menghindari perbuatan dosa dan terkutuk sebelum tidur agar tidak mudah didekati oleh bisikan setan. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi kita baik di saat terjaga maupun sedang terlelap.

Ilustrasi cogan mimpi indah via thesun.co.uk

Written by Dyah Gayatri
Urip iku murup. Kehidupan selayaknya dapat memberi kebermanfaatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan orang di sekitar kita, beserta seluruh alam semesta. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *