Religi

5 Jenis Binatang yang Tidak Boleh Dibunuh dalam Islam

Jika membunuh satu dari kelima binatang ini diharamkan, lalu bagaimana jika hanya mengonsumsinya saja?

Dyah Gayatri Written by Dyah Gayatri
· 2 min read >
Binatang yang Dimuliakan dalam Islam

Islam menganjurkan kita untuk membunuh beberapa binatang, sekaligus melarang kita untuk membunuh beberapa hewan, sebagaimana Allah menganjurkan kita untuk mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

Anjuran untuk membunuh hewan dan binatang, serta melarang untuk membunuh beberapa diantaranya merupakan salah satu amalan yang memiliki alasan. Beberapa diantaranya dikisahkan dalam Al-Qur’an, beberapa lagi disampaikan melalui perkataan rasul dan hadits yang diriwayatkan secara turun temurun.

Sedangkan, sisanya merupakan misteri yang kebenarannya hanya Allah yang tahu, sedang kita hanya wajib mengamalkannya tanpa berhak tahu atau menuntut kebenarannya. Bersumber dari Al-Qur’an dan hadits, berikut 5 jenis hewan dan binatang yang haram untuk dibunuh dalam islam.

1. Lebah

Lebah dan madu via extension.unh.edu

Lebah merupakan salah satu hewan yang istimewa dalam Islam. Bahkan, salah satu surat dalam Al-Qur’an secara harfiah memiliki judul lebah. Ada banyak pembelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari kehidupan lebah, selain apa yang dihasilkannya sendiri begitu bermanfaat bagi umat manusia. Lebah menghasilkan madu yang dipercaya merupakan obat yang berhasiat menyembuhkan segala macam penyakit.

“Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan” (QS. An Nahl : 69)

2. Burung Hud-hud & Shurad

Keelokan burung hud-hud via khotbahjumat.com

Selain lebah, burung Hud-hud merupakan salah satu binatang yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Hudhud merupakan sejenis burung pelatuk, dan jenis burung ini masih bisa kita jumpai di hutan atau ladang. Burung Hud-hud sangat terkenal dalam kisah Nabi Sulaiman A.S. Hudhud menjadi utusan yang menyampaikan surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis.

Burung Hud-hud juga satu-satunya burung yang pernah berdialog dengan Nabi Sulaiman. Sementara itu, jenis burung lain yang diharamkan untuk dibunuh adalah burung Shurad. Burung ini memiliki  kepala dan paruh besar, bulu pada perutnya berwarna putih, sedangkan punggungnya berwarna hijau. Kamu mungkin tidak pernah melihat burung ini secara langsung, karena jumlahnya sudah sangat sedikit.

3. Semut

Koloni semut via asianexpress.co.uk

Semut merupakan bala tentara Allah yang terbesar, karena mereka merupakan salah satu umat-Nya yang tidak pernah berhenti untuk bertasbih. Oleh karena itu, membunuh semut tidak diperbolehkan dalam Islam.

Akan tetapi, semut yang tidak diperkenankan untuk dibunuh adalah semut jenis sulaimaniyah, yaitu semut yang tidak mengganggu atau tidak menggigit manusia. Sementara itu, semut yang kerap menggigit manusia dan bahkan menimbulkan rasa gatal yang menyiksa boleh dibunuh asal tidak dengan cara membakar sarangnya.

4. Labah-labah

Labah-labah jelek namun berhati baik via npr.org

Meskipun mengerikan dan kerap membuat kita geli-geli sendiri, namun binatang yang satu ini merupakan salah satu hewan yang berjuang di sisi Allah. Pada saat Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran kaum Quraisy, labah-labah merapikan kembali sarangnya yang rusak, sehingga mereka menyangka di dalamnya tidak ada siapapun yang sedang bersembunyi.

Dari kisah labah-labah yang baik hati tersebut, kita juga bisa belajar makna hidup. Bahwa seburuk apapun penampilan dan sejahat apapun mereka kelihatannya, kita tidak boleh menilai hati seseorang dari sisi terluarnya.

Oleh sebab itu, membunuh labah-labah tidak bisa dimaafkan dan merupakan suatu kejahatan dalam Islam. Mereka bukanlah jenis binatang yang agresif, dan hanya akan mengganggu jika diganggu. Bahkan, jenis labah-labah beracun hanya menggunakan bisanya untuk berburu.

5. Katak

Katak yang lucu dan menggemaskan via gotonewzealand.co.nz

Dalam Hadits Riwayat Ahmad, dikisahkan bahwa seorang tabib pernah mengungkapkan kepada Rasulullah terkait penggunaan katak sebagai bahan campuran untuk membuat ramuan obat. Akan tetapi, rasulullah kemudian melarang untuk membunuhnya.

Kulit katak memang dikenal sebagai pengobatan alternatif untuk beberapa penyakit kulit yang susah disembuhkan. Akan tetapi, selama penyakit kulit tersebut bisa disembuhkan dengan cara lain, atau ada obat yang masih bisa digunakan untuk menuntaskannya, maka penggunaan katak tidak diperbolehkan. Kecuali, jika penyakit kulit yang bersangkutan sudah sangat parah dan membahayakan bagi keselamatan jiwa.


Hukum memakan jenis hewan dan binatang di atas adalah haram. Karena kita tidak mungkin memakan salah satu dari mereka tanpa membunuhnya terlebih dahulu. Adapun jika kita memakannya karena mereka mati dengan sendirinya, hal tersebut pun tetap tidak dibenarkan. Karena yang demikian itu termasuk memakan bangkai dan sangat dilarang dalam Islam.

Kecuali, jika berada dalam kondisi yang menyudutkan atau menghawatirkan. Misalnya, tidak ada makanan tersisa dan kita akan mati kecuali jika memakan salah satu diantara hewan dan binatang yang disebutkan. Atau, kita sedang tertimpa dalam musibah berupa penyakit yang tidak bisa disembuhkan, dan hanya satu diantara mereka lah obat yang terbukti paling mujarab dan berhasiat.

Written by Dyah Gayatri
Urip iku murup. Kehidupan selayaknya dapat memberi kebermanfaatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan orang di sekitar kita, beserta seluruh alam semesta. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *