Religi

7 Binatang yang Sebaiknya Dibunuh dalam Islam

Beberapa diantaranya sangat berbahaya, membawa kuman dan penyakit. Sementara sisanya justru hidup di sekitar kita.

Dyah Gayatri Written by Dyah Gayatri
· 3 min read >
Tikus Adalah Binatang yang Harus Dibunuh dalam Islam

Segala apa yang ada di langit dan bumi memiliki maksud dan tujuan yang telah ditetapkan. Di dunia ini, ada beberapa hewan yang halal untuk dimakan dagingnya, ada pula yang haram meskipun hanya air liurnya.

Ada binatang yang dilindungi dan dimuliakan, hingga tidak diperbolehkan bagi manusia untuk membunuhnya, ada pula binatang yang disunnahkan untuk dibunuh. Kesemuanya itu, merupakan hukum yang memiliki sebab akibat, meskipun beberapa diantaranya tetaplah rahasia Allah dan bukan hak kita untuk meminta penjelasannya.

Di dalam Islam sendiri, setidaknya ada tujuh binatang yang disunnahkan untuk dibunuh, jika kamu menemuinya di jalan. Beberapa diantaranya sangatlah berbahaya, liar dan buas, bahkan beracun. Sementara sisanya ada di sekeliling kita, membaur tanpa kita sadari. Apa saja 7 binatang tersebut?

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, artinya : ” Ada lima hewan membahayakan yang boleh dibunuh di tempat halal dan haram, yaitu ular, burung gagak yang berwarna belang-belang, tikus, anjing yang suka menggigit, dan burung hudaya (sejenis rajawali).”

(HR. Muslim)

1. Burung Gagak

Burung gagak berdada bidang putih via justfledged.blogspot.com

Burung gagak merupakan salah satu jenis burung yang kerap diidentikkan dengan kematian. Dari mata, bulu, hingga kakinya biasanya berwarna hitam. Akan tetapi, tidak semua gagak yang boleh dan dianjurkan untuk dibunuh. Setidaknya, bukan burung gagak yang umum dan biasa kita lihat.

Burung gagak yang dianjurkan untuk dibunuh sesuai dengan ajaran nabi adalah burung gagak dengan warna putih pada bulu dada dan punggung. Entah karena alasan apa, hanya Rasulul dan Allah yang tahu makna di balik itu semua.

2. Tikus

Tikus nakal dan menjijikan via saobserver.net

Tidak hanya menjijikan, namun tikus juga membawa banyak bibit penyakit karena lingkungannya yang kotor dan najis. Jika di rumahmu terdapat banyak tikus, maka salah satu cara untuk mendapatkan banyak pahala adalah dengan membasminya.

Akan tetapi, pembunuhan masal terhadap tikus tidaklah cukup untuk membebaskanmu dari binatang pengerat yang satu ini. Kamu juga harus senantiasa menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkunganmu. Dengan begitu, tikus tidak akan berani-berani datang lagi.

3. Kalajengking

Kalajengking yang berbisa dan galak via newatlas.com

Jika kamu sedang berkemah di alam liar, pastikan untuk menggebah pakaian dan barang-barang terlebih dahulu sebelum dibawa pulang. Karena kalajengking merupakan salah satu binatang yang sangat suka bersembunyi di sela-sela kehangatan dan aktivitas manusia. Pada dasarnya binatang ini memang bersifat fasik, atau memiliki kecenderungan untuk mengganggu manusia.

Tidak hanya dengan sengatan yang sangat menyakitkan, namun juga bisa yang tidak kalah mematikan. Oleh sebab itu, di mana pun kamu menemui hewan ini, pastikan untuk segera membunuhnya sebelum ia sempat menyuntukkan bisa yang akan sangat menyakitkan, sekaligus mematikan.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, artinya: Ada lima binatang yang boleh dibunuh di tanah haram: Tikus, Kalajengking, Burung layang-layang/Sejenis gagak dan anjing predator.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

4. Cicak/Tokek

Cicak pembawa penyakit via jitunews.com

Meskipun cicak dapat membantu manusia dalam membasmi nyamuk-nyamuk yang mengganggu, namun Rasulullah membenci hewan ini. Beliau bersabda,

“Dahulu cicak ikut membantu meniup api (dengan maksud untuk membakar) Nabi Ibrahim AS.”

(HR. Bukhori No. 3359)

Selain itu, cicak besar atau yang juga disebut tokek juga pernah hampir mencelakakan Rasulullah. Ketika beliau bersembunyi di Gua Tsur dari sekawanan kaum Quraisy, seekor tokek berbunyi sehingga menarik perhatian para pengejar Rasul. Untungnya, jaring laba-laba yang tersusun rapi membuat kaum Quraisy membatalkan niatnya untuk memeriksa goa tersebut.

Tidak sampai di sana, cicak juga sering dan suka mengganggu manusia, tidak terkecuali Rasulullah dengan membuang kotoran ketika beliau sedang beribadah.

5. Burung Elang/Rajawali

Burung Elang yang gagah nan perkasa via bobo.grid.id

Islam menganjurkan untuk membunuh Elang atau Rajawali karena mereka merupakan jenis burung yang merugikan manusia. Dagingnya tidak bisa dimakan, sedangkan mereka kerap memangsa anak ayam. Padahal ayam merupakan hewan yang selain bermanfaat bagi manusia, juga diberikan keistimewaan untuk melihat malaikat.

Kokok ayam pada pagi hari menandakan para malaikan sedang membagikan rezeki ke seluruh pelosok negeri. Sedangkan setan kerap menjelma menjadi Elang atau Rajawali, memangsai anak ayam agar tidak tersisa lagi kokok di pagi hari, sehingga manusia menjadi malas untuk bangun pagi dan menjemput rezeki.

6. Anjing Liar/Galak/Pemangsa

Anjing hitam jelmaan setan via dogsaholic.com

Meskipun dipelihara, air liur atau ludah anjing tetaplah mengandung najis. Apalagi, jika anjing yang dimaksudkan adalah anjing liar, galak, dan pemangsa. Tidak hanya najis, liurnya juga membawa banyak kuman, bakteri dan bahkan yang mungkin berbahaya serta dapat menyebabkan rabies.

Namun dari seluruh anjing najis yang ada di dunia, anjing liar dengan warna hitam polos adalah jenis anjing yang disunnahkan untuk dibunuh. Karena setan sangat suka menjelma menjadi anjing dengan warna hitam polos dan menebarkan hasutan, serta fitnah di mana-mana. Bagi kamu yang hidup dalam lingkungan dengan beberapa anjing, pastikan untuk menghindari jenis anjing seperti ini.

7. Ular

Ular si pembawa fitnah via scitecheuropa.eu

Selain Anjing dan Rajawali/Elang, hewan lain yang menjadi favorit bagi setan untuk menjelma dan berkamuflase adalah ular. Selain itu, ular juga kerap dipakai sebagai mediasi dalam ilmu sihir, santet, serta ilmu hitam lainnya.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ’anhu, dia berkata Kami tengah bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di sebuah gua, dan saat itu turun pada beliau ayat

“Demi Malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan.”

(QS Al-Mursalaat:1)

Ketika kami mengambil air dari mulut goa, tiba-tiba muncul seekor ular di hadapan kami. Beliaupun bersabda, ‘Bunuhlah ular itu‘ Kami pun berebut membunuhnya, dan aku berhasil mendahului. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Semoga Allah melindungi dari kejahatan kalian sebagaimana Dia melindungi kalian dari kejahatannya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Kendati sebagian dari binatang-binatang yang telah disebutkan di atas merupakan perwujudan dari kefasikan, Allah tetap menyisakan belas dan kasih kepada setiap ciptaannya. Adapun cara yang benar dalam membunuh binatang tersebut adalah dengan membunuhnya dalam sekali pukulan, tanpa menyiksa apalagi menganiaya. Dengan begitu, apa yang kita lakukan tidak semata hanya untuk kepuasan, namun benar-benar demi menjunjung tinggi ajaran.

“Barangsiapa yang membunuh cicak pada pukulan pertama maka dituliskan untuknya seratus kebaikan, jika dia membunuhnya pada pukulan kedua maka dia mendapatkan pahala kurang dari itu, dan pada pukulan ketiga maka dia mendapatkan pahala kurang dari itu.”

(HR. Muslim no. 2240)

Selain dari hewan-hewan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits, kamu juga diperbolehkan untuk membunuh hewan pengganggu sepertihalnya nyamuk dan kecoa. Keberadaan hewan tersebut selain mencemari lingkungan, juga hidup dengan membawa penyakit yang dapat membahayakan manusia. Maka hukum untuk membunuh dan membasminya adalah mubah.

Hukum tersebut juga berlaku pada hewan lain yang mungkin akan membahayakan jiwa. Misalnya, kamu tiba-tiba tersesat di hutan dan bertemu dengan binatang buas seperti babi hutan atau harimau yang tanpa tedeng aling-aling mengincar, berusaha melukaimu atau bahkan memangsamu. Jika kamu telah berusaha untuk mengusirnya, namun mereka tetap keras kepala, maka kamu boleh membunuhnya. Dengan syarat, bahwa bukan kamu yang terlebih dahulu mengganggu mereka.

Written by Dyah Gayatri
Urip iku murup. Kehidupan selayaknya dapat memberi kebermanfaatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan orang di sekitar kita, beserta seluruh alam semesta. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *