Hukum

Ini Alasan Kenapa Pengacara Mau Membela orang yang Salah

Mulai aspek kemanusiaan yang tidak boleh dikesampingkan, tuntutan pekerjaan, hingga iming-iming yang menggiurkan.

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Apakah Profesi Pengacara Halal

Kerap kali, tidak jarang kita melihat di televisi seorang tersangka tabrak lari yang tertangkap divonis bebas. Seorang pelaku tindakan kriminal yang sudah jelas-jelas salah divonis dengan rentang hukuman terringan.Sementara itu, nenek renta yang mencuri mangga dan biji cokelat dengan nilai tak seberapa dijebloskan ke dalam tahanan tanpa adanya keringanan.

Di balik fenomena yang seolah timpang itu, ada seseorang yang memiliki peranan yang besar, yaitu pengacara. Mereka yang mendapatkan dampingan dari pengacara yang hebat, kebanyakan akan memenangkan perkara dibanding dengan mereka yang didampingi oleh pengacara yang biasa, atau bahkan tidak sama sekali.

Profesi pengacara lantas tak jarang dipergunjingkan karena dinilai telah membela yang salah dan seolah-olah menutupi fakta yang seharusnya dipaparkan dengan kebohongan, sehingga mempersulit upaya penegakan hukum yang adil bagi semua elemen masyarakat. Namun, di balik itu semua, ada alasan mengapa pengacara kerap masih membela orang yang jelas-jelas salah.

Azas Praduga Tak Bersalah

Azas Praduga Tak Bersalah

Azas praduga tak bersalah via legalcheek.com

Dalam setiap perkara pidana selalu dikenal Azas Praduga Tak Bersalah. Bahwasanya setiap orang yang diduga, disangka, ditangkap, ditahan, ataupun dituntut wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada tuntutan pengadilan. Hal ini dikarenakan apa yang kita ketahui, iformasi yang beredar, serta bukti-bukti lapangan yang ada belum tentu merupakan sebuah fakta utuh yang menunjukkan realitas yang sebenarnya hingga ia dikumpulkan dalam sebuah persidangan dan diputuskan oleh hakim.

Dan oleh karena itu, setiap calon tersangka berhak mendapatkan pendampingan penasehat hukum atau pengacara pada tingkat pemeriksaan yang diatur dalam Pasal 54 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Sehingga, tidak heran, proses hukum atas suatu perkara terkadang berjalan sangat lamban. Karena proses tersebut memang harus dilakukan secara hati-hati dan jeli, sementara informasi menyebar cepat dan tak terkendali.

Resiko dan Tuntutan Pekerjaan

Kenapa Pengacara Membela Pihak yang Bersalah

Profesionalisme seorang pengacara via anwalt-verzeichnis.org

Pengacara bekerja berdasar atas permintaan klien, dan dibayar oleh klien yang tidak jarang merupakan terdakwa. Selama putusan hakim belum diturunkan, maka dalam rentang tersebut, pengacara akan berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan perkara. Perlu diingat, bahwasanya keberadaan pengacara dalam hal ini bukanlah untuk membela mereka yang salah, karena salah atau benar sesungguhnya hanya dapat diketahui setelah sebuah fakta dan data dikumpulkan.

Jika terdakwa adalah mereka yang tidak melakukan kejahatan, maka tugas pengacara adalah mencari data dan membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah. Akan tetapi, jika terdakwa nyatanya secara personal mengakui bahwa ia telah melakukan kejahatan, maka tugas pengacara tidak lebih dari pendamping di muka pengadilan untuk melindungi hak-hak yang dimiliki oleh tersangka agar tidak dilanggar.

Hal ini sangat penting, karena dalam beberapa kasus, terdakwa yang tidak mendapatkan pendampingan dan sekaligus tidak mengetahui hak-hak yang dimilikinya kerap mendapatkan tekanan dan perlakuan yang tidak mengenakkan dari oknum yang menginginkan perkara tersebut untuk segera diselesaikan. Padahal, penyegeraan penyelesaian perkara bisa jadi membawa hasil yang merugikan bagi banyak orang, termasuk terdakwa sendiri.

Mau tak mau, meskipun dalam beberapa kasus, secara jelas dan nyata, terdakwa benar-benar bersalah, namun dalam hal ini pengacara masih berkewajiban untuk mendampingi terdakwa sekaligus memperjuangkan keringanan hukuman melalui berbagai alasan sebagai tuntutan pekerjaannya. Resikonya, mereka dibenci dan kerap dicibir oleh masyarakat lantaran terlihat sedang memperjuangan kriminal yang harusnya dibumi hanguskan dari dunia ini.

Pelanggaran dan Penyimpangan oleh Pengacara

Apakah Profesi Pengacara Halal

Pengacara yang curang via leaderschoiceinsurance.com

Meskipun demikian, tidak bisa ditampik bahwa ada beberapa oknum pengacara yang bekerja dengan cara yang tidak seharusnya, yaitu dengan memperjuangkan terdakwa yang jelas-jelas bersalah untuk bisa terbebas dari semua tuntutan. Biasanya, hal tersebut dilakukan dengan cara menghilangkan barang bukti dan saksi kuat, atau bahkan mengadakan barang bukti dan saksi palsu untuk mempersulit penyelidikan dan pengambilan keputusan.

Apalagi kalau bukan karena uang dan harga diri? Mereka yang punya uang dan mendewakan harga diri biasanya memang tak segan-segan untuk perkara seperti ini. Jangankan membayar pengacara untuk berpihak kepadanya, membayar pihak rumah sakit untuk mengeluarkan surat keterangan palsu, atau bahkan pihak kepolisian dengan berbagai tujuan pun akan mereka lakukan.

Oknum-oknum seperti ini, khususnya pengacara, sesungguhnya tidak bisa dibenarkan secara hukum. Akan tetapi apa daya, hukum tidaklah sesuatu yang bisa tahu segalanya. Dan itu masih menjadi tugas terbesar kita, sebagai warga Negara yang beradab, untuk mengondisikan hukum agar dijalankan sebagaimana tujuan ia diciptakan.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *