Hukum

Nekat Kepo Dengan Isi HP Orang, Kamu Bisa Dipidanakan!

Dari yang cuma kepo, sampai dengan yang nekat bajak sosmed teman. Nyatanya termasuk ke dalam pelanggaran serius!

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Akibat Hukum Kepo dengan Isi HP Orang

Handphone, atau yang juga kini disebut dengan smartphone menjadi perangkat multifungsi di era yang serba canggih ini. Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, smartphone juga dapat digunakan untuk memesan ojek online, browsing, bahkan sebagai media penyimpan data pribadi seperti foto dan video.

Beberapa orang sangat terikat dengan hp atau smartphone yang dimilikinya. Tidak heran, beberapa diantaranya justru begitu penasaran dengan data-data atau apa yang sesungguhnya membuat seseorang menjadi begitu posesif terhadap hp atau smartphonenya. Bahkan, tidak jarang rasa penasaran tersebut berlanjut dengan tindakan lain yang lebih barbar, sepertihalnya melakukan pembajakan terhadap sosial media.

Kepo, atau dalam hal ini rasa ingin tahu merupakan hal wajar, selama hal tersebut dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai dengan etika. Misalnya, meminta izin kepada pemilik hp atau smartphone untuk melihat isi hp atau suatu percakapan yang terdapat di sana.

Hak Privasi

Hak Privasi Pengguna Smartphone

Privasi pengguna yang selalu menjadi ancaman via computerworld.com

Pada dasarnya, sebagaimana apa yang terkandung dalam Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (“UUD 1945”), bahwasanya:

Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan  hak asasi.

Selain itu, berdasarkan atas terjemahan article 12 Universal Declaration of Human Rights (“UDHR”), konsep privasi kemudian diuraikan sebagai “urusan pribadi/masalah pribadi”. Sehingga, tidak seorang pun boleh diganggu urusan pribadinya, keluarganya, rumah tangganya, atau hubungan surat-menyuratnya, dengan sewenang-wenang, juga tidak diperkenankan melakukan pelanggaran atas kehormatannya dan nama baiknya.

Setiap orang berhak mendapat perlindungan hukum atas urusan pribadi dari gangguan-gangguan yang menyertainya. Pelanggaran terhadap hal tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

Mengakses Sistem Elektronik Milik Orang Lain Tanpa Hak atau Melawan Hukum

Hukum Membajak HP Teman

Akses akun smartphone yang dilindungi via learn.g2.com

Lebih lanjut, jika kepo dilakukan tanpa izin pemilik hp atau smartphone yang sah, hal tersebut dapat dikategorikan dalam pelanggaran privasi dapat dipidanakan berdasarkan Pasal 30 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik karena dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses sistem elektronik pada hp atau smartphone seseorang.

Konsep “akses” mengandung pengertian melakukan interaksi dengan sistem elektronik, termasuk berada (secara virtual) dalam sistem elektronik yang dimaksud. Baik mereka yang hanya melihat pesan instan (chat), foto, video, menggunakan sosial media dan aplikasi lainnya tanpa seizing pemiliknya, atau bahkan mencuri data-data pribadi, termasuk dalam kategori mengakses tanpa izin dan dapat dipidanakan.

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 600 juta.


Oleh sebab itu, hendaknya kita mengekang perasaan kepo kita terhadap isi hp orang lain. Jikalau kita tidak bisa membendung perasaan tersebut, alangkah lebih baiknya kita meminta langsung, atau bertanya apa sekiranya yang membuat seseorang begitu terikat dengan isi hpnya. Barangkali, dia memberikan izin kepada anda untuk mengakses data-data pribadi seperti percakapan dengan teman yang selama ini sangat lucu, foto-foto pribadi yang konyol, dan lain sebagainya.

Namun apabila terjadi tindakan di atas, yaitu pelanggaran privasi oleh satu atau beberapa orang karena mengakses materi pada hp atau smartphone tanpa izin, maka perkara tersebut hendaklah diselesaikan dengan cara yang damai, khususnya apabila konten yang terkandung di dalamnya tidaklah sensitif atau pening-penting amat.

Sering kali kita menjadi seorang pelanggar hukum dan privasi bahkan tanpa kita sadari. Dengan niatan sebagai candaan atau gurauan, kita tidak merasa terbebani atau bersalah ketika membajak sosial media atau smartphone milik teman. Padahal perbuatan tersebut merupakan sebuah pelanggaran yang serius.

Gugatan hukum terkait akses pada hp atau smartphone orang tanpa izin hendaknya dipertimbangkan dengan matang, agar tidak serta merta dikenakan sanksi pidana karena melihat hukum pidana sebagai ultimum remedium (upaya terakhir).

Ilustrasi si doi yang lagi kepo via cupidspulse.com

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *