Edukasi

5 Fakta Dosen Penguji yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Mulai Sidang Skripsi

Pada dasarnya, dosen penguji hanyalah manusia biasa. 5 Fakta ini membuktikan segalanya. Tidak percaya?

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Dosen Penguji Killer

Sidang skripsi merupakan momen yang sangat menentukan bagi mahasiswa tingkat akhir, sekaligus merupakan momen paling berkesan dalam sejarah perkuliahan. Di sini, seluruh perjuangan, peluh dan asa akan dituangkan dalam satu sampai dua jam pendadaran yang mendebarkan.

Agar momen sidang skripsi menjadi salah satu momen indah dan layak untuk diingat sepanjang hayat, berbagai persiapan menyambut kedatangannya pun harus dipersiapkan dengan matang. Ada banyak persiapan yang bisa kamu lakukan, untuk menjadikan sidang skripsi sebagai momen yang patut dikenang.

Tentunya, momen tersebut haruslah dipenuhi dengan kebahagiaan. Salah satu kiat sukses sidang skripsi adalah dengan mengenali siapa dan bagaimana dosen penguji yang ada di hadapanmu. Mereka tentunya memiliki watak dan sikap yang berbeda, akan tetapi tahukah kamu, kebanyakan dari mereka memiliki pola perilaku yang sama! Langsung saja, berikut fakta-fakta dosen penguji yang wajib kamu ketahui sebelum mulai sidang skripsi.

1. Mereka Belum Tentu Ahli

Pikiran yang penuh dengan tanya via stress.lovetoknow.com

Dosen penguji skripsimu belum tentu adalah dosen yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk menguji topik atau masalah yang diangkat dalam penelitianmu. Bisa jadi, mereka berada di sana karena alasan administrasi. Bagaimanapun juga, setiap dosen memiliki kegiatan yang beragam dan jadwal yang padat, akan sangat sulit untuk mempersatukan mereka dalam satu jadwal dengan kondisi yang sempurna.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin untuk menjelaskan dengan logis dan sederhana. Hindari premis yang berbelit-belit, atau tampilan slide yang membuat pening kepala.

Sebagaimana audiens pada umumnya, mereka juga berangkat dari pengetahuan yang pas-pasan, dan mencoba memahami topik permasalahan melalui poin-poin yang kamu paparkan.

2. Berangkat dari Apa yang Paling Dikuasainya

Dosen penguji ahli pada bidang tertentu via bandbfinancialmarkets.com

Ketika bertanya, dosen pembimbing akan berangkat dari apa yang paling dikuasainya. Biasanya,selain pembimbing, akan ada dosen yang berfungsi untuk menguji meotdemu, serta satu lagi untuk menguji substansi dari penelitianmu. Jika itu yang terjadi, maka lebih baik untuk bisa mengenali keahlian masing-masing dosen.

Pelajari kembali watak dan kebiasaan dosen dalam mengajar tiga tahun kebelakang. Jika kamu berhasil mempelajari watak dan kebiasaan mengajar tiap-tiap dosen, mungkin kamu beruntung dapat memprediksi beberapa pertanyaan yang mungkin diajukan.

Selain itu, coba pelajari pertanyaan dosen yang sama pada sidang skripsi sebelum-sebelumnya. Biasanya, pertanyaan yang diajukan tiap dosen juga tidak melenceng jauh dari kebiasaannya dalam bertanya.

3. Tidak Tertarik dengan Penjelasan yang Bertele-tele

Menagih penjelasan ringkas, padat dan jelas via freepik.com

Pembahasan tentang teori biasanya panjang, detail, namun sekaligus terkesan bertele-tele. Penjelasan tersebut memang secara tekstual penting sebagai dasar dan konteks dalam menjelaskan suatu permasalahan dalam penelitian. Akan tetapi pada saat ujian skripsi, biasanya penjelasan teori diabaikan begitu saja.

Hal tersebut terjadi karena waktu yang mereka miliki tidak akan cukup untuk digunakan dalam mendadar sebuah teori. Maka dari itu, cukup jelaskan mengapa teori tersebut relevan untuk digunakan dalam penelitian, selebihnya fokus pada apa yang kamu lakukan di lapangan (jika memang turun lapangan), dan hasil dari penelitian itu sendiri.

4. Dosen Penguji juga Manusia

Tidak menyimak dengan seksama via express.co.uk

Sama seperti kamu, dosen penguji sebenarnya juga manusia. Mereka juga ingin ujian hari ini cepat-cepat berakhir, dan kembali pada rutinitasnya. Melanjutkan rapat, menjemput anak, bahkan menghadiri kondangan.

Kehidupannya hari itu tidak hanya untuk kamu saja, jadi jangan pernah merasa tertekan dengan kehadiran dosen yang seolah berada di sana untuk menghukum dan menghakimimu.

Agar tidak menyulut kesabaran para dosen penguji, sampaikan materi dengan ringkas, padat, jelas dan tidak bertele-tele. Gunakan waktu yang ada untuk berlatih presentasi. Baik sendiri, di depan cermin, toilet, lebih baik lagi di depan sesama pejuang skripsi. Sebagai penunjang, pastikan tapilan slide sederhana, segar, tapi tetap menarik bagi siapapun yang melihatnya.

5. Juga Pernah Lalai dan Lupa

Sering lupa karena sudah tua via timeanddate.com

Karena kesibukan, mungkin beberapa dosen penguji tidak sempat untuk membaca seluruh detail penelitian yang kamu lakukan. Oleh sebab itu, apa yang kamu sampaikan menjadi satu-satunya poin acuan baginya untuk mengajukan pertanyaan, cacian, atau bahkan makian.

Karena menyadari kelalaian dan kesalahan sendiri, beberapa dari mereka memutuskan untuk melontarkan pertanyaan yang sebenarnya tidak penting-penting amat, dan diluar dari ekspektasimu selama ini.

Sabar dan upayakan untuk menjawab pertanyaan mereka dengan lapang dada. Karena beberapa dari pertanyaan yang ada terkadang tak lebih dari sekedar formalitas dan unjuk kehadiran belaka.


Terlepas dari beberapa fakta tentang dosen penguji di atas, pastikan telah mempersiapkan berbagai materi untuk presentasi setidaknya tiga hari sebelum sidang skripsi. Serahkan beberapa keperluan teknis pada sahabat dekat anda, dan sempatkan untuk menenangkan diri pada H-1 acara. Menjawab pertanyaan dengan tenang, dan tanpa keraguan adalah kunci sukses ujian skripsi.

Ilustrasi dosen killer via steemit.com

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *