Edukasi

7 Langkah untuk Meyakinkan Orangtua Agar Setuju dengan Jurusan yang Kita Pilih

Terkadang kehendak orang tua justru lebih besar dari keinginan kita untuk berkuliah. Tapi tenang, rebut hati mereka dengan cara ini.

Avatar Written by Kreta Amura
· 3 min read >
Cara Meyakinkan Orangtua

Keterbatasan dalam menentukan pilihan adalah satu dari sekian permasalahan yang dihadapi remaja dalam menentukan hidup dan masa depannya. Tidak jarang, batasan-batasan tersebut justru berasal dari pihak terdekat, yaitu keluarga, atau bahkan orang tua.

Di era milenial, ketika teknologi telah jauh berkembang melampaui imajinasi, dan seni menjadi produk dan komoditas yang lebih dihargai, berbagai jurusan yang mendukung untuk mewujudkan suatu mimpi bermunculan di sana-sini. Akan tetapi hal tersebut terkadang tidak didukung dengan pengetahuan, pemahaman dan keterbukaan generasi tua.

Sehingga, ada banyak kasus remaja yang kuliah tidak sesuai dengan passionnya, merasa salah jurusan, dan akhirnya tidak melanjutkan atau menjalankan dengan hati yang setengah-setengah dan penuh keputus-asaan. Padahal, jika berada di tempat yang tepat, anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mengagumkan.

Inilah saatnya! Jika kamu telah menemukan dan tahu apa yang akan kamu lakukan di masa depan, maka kamu harus berani menyuarakannya. Baik di depan keluarga, bahkan orang tua yang mungkin akan memberikan penentangan. Ada beberapa tips dan cara yang bisa kamu gunakan untuk meyakinkan orangtua agar setuju dengan jurusan yang kita pilih.

1. Tentukan Tujuan, Keinginan dan Harapanmu

Merinci tujuan dan masa depan via lemonadebeach.com

Ada baiknya, kamu memilih jurusan tidak hanya sekedar ingin, ikut-ikutan, atau karena ajakan teman. Dari sekarang, kamu harus bisa memetakan tujuan, keinginan dan harapanmu ketika berkuliah pada jurusan pilihanmu.

Sesuaikan juga dengan passion dan kemampuanmu. Kadang kita merasa sangat ingin mencoba sesuatu hanya karena terlihat keren, padahal kita tidak memiliki kemampuan dan bakat di sana.

Hal ini penting, agar nantinya ketika sudah kuliah dan belajar di sana, kamu tidak merasa salah jurusan. Malu juga kan sama orang tua, udah maksa-maksa eh ternyata passion dan kemampuanmu ternyata bukan di sana.

2. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya tentang Jurusan Pilihanmu

Menyortir informasi di internet via elsevier.com

Jurusan yang kamu idamkan, tentu juga haruslah jurusan yang sesuai dengan minat, bakat dan gairahmu. Oleh karena itu, pastikan bahwa jurusan yang kamu maksudkan bukan merupakan jurusan yang salah untuk dipilih.

Kamu harus tahu banyak hal tentang jurusanmu sebelum bertemu dan berbicang dengan orang tuamu. Bagaimana mereka akan yakin dengan pilihanmu kalau kamu sendiri tidak tahu seluk beluk dari jurusan yang kamu pilih?

Apa potensi kedepan, kendala yang mungkin dihadapi, serta tantangan yang dapat meningkatkan kompetensi selain berkulia pada jurusan pilihanmu, adalah informasi penting yang harus kamu dapatkan dan petakan saat ini juga.

Cari dan gali informasi tentang kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan dan dapat mendukungmu untuk meraih tujuan ke depan. Bila perlu, buatlah rencana jangka panjang lengkap dengan rencana cadangan dan teknis kegiatan apa saja yang kamu akan ikuti ketika kuliah nanti.

3. Buat Orangtuamu Merasa Senang dan Didengarkan

Berkomunikasi dengan kedua orangtua via teens.lovetoknow.com

Sebelum berbicara dengan mereka, apalagi menolak permintaan mereka untuk berkuliah pada jurusan yang mereka sarankan, alangkah lebih baik beberapa waktu setelahnya kamu mulai belajar untuk membuat orang tuamu senang, dan membuat mereka merasa didengarkan.

Hal tersebut dapat kamu lakukan dengan cara yang sederhana. Misalnya, membersihkan piring sendiri. Membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai, hingga pada hal yang paling sederhana, yaitu mencium tangan kedua orang tuamu.

Membuat mereka merasa dihargai dan didengarkan adalah kunci penting dalam mengambil hati kedua orangtuamu.

4. Berdiskusi dengan Kepala Dingin, dalam Suasana yang Santai

Mencairkan suasana dengan segelas teh via unlockfood.ca

Carilah waktu dan suasana yang tepat untuk berdiskusi dengan kedua orang tuamu. Menunjukkan bahwa kamu setidaknya telah memiliki tujuan dan menyusun rencana kedepan yang jelas memberikan gambaran kepada kedua orangtuamu, bahwa kamu bersungguh-sungguh terhadap jurusan yang kamu pilih.

Hindari menolak permintaan atau saran mereka tanpa alasan atau argumen yang jelas dan kuat. Bagaimanapun juga, orang tua memiliki harga dirinya sendiri. Bagi mereka, kamu hanya anak bawang yang mungkin tanpa sadar akan menghancurkan masa depan sendiri.

Pada saat itu terjadi, pastikan untuk membalas setiap ucapan mereka dengan lembut, disertai dengan alasan dan pemaparan yang logis dan masuk akal. Pastikan mereka telah melihatmu cukup dewasa dalam mengambil sebuah keputusan. Jangan sesekali merengek, merajuk atau malah mengancam.

5. Ikuti dan Ajak Orangtuamu dalam Komunitas Terkait

Kegiatan komunitas via edutopia.org

Jika orangtua masih ragu-ragu, meskipun kamu telah memberikan pemaparan sejelas-jelasnya, ajak mereka untuk mengikuti kegiatan komunitas terkait dengan jurusan yang kamu pilih.

Biasanya, keraguan tersebut muncul karena apa yang ada dihadapan meraka adalah sesuatu yang asing atau malah benar-benar baru.

Dengan begitu, mereka mungkin akan mulai bertanya dan mencari tahu tentang banyak hal. Kegiatan dan dampak positif dari suatu komunitas akan memberikan mereka gambaran, serta meyakinkan mereka setidaknya kamu berada pada lingkungan yang aman, dan bukan asal-asalan.

6. Membiayai Kuliahmu Sendiri

Strategi mencari beasiswa via debt.org

Biasanya, perhatian dan kekhawatiran orang tua terhadap jurusan dan masa depan anaknya didasarkan atas pertimbangan biaya kuliah yang mahal.

Jika berbagai cara di atas telah kamu tempuh, namun tidak memberikan hasil yang optimal, kamu bisa mempertimbangkan opsi ini, yaitu tetap berpegang teguh pada pendirian, namun mencari sumber pendanaan cadangan, alias beasiswa.

Mendapatkan beasiswa dari suatu lembaga atau institusi setidaknya dapat membuat orang tuamu bangga, sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan mereka terhadapmu.

Mereka tidak akan memberikan larangan ataupun batasan-batasan yang menyulitkan, karena kamu telah membuktikan keinginan dan passion yang kamu miliki dengan kerja keras hingga kamu bisa mendapatkan beasiswa yang dimaksudkan.

7. Gagal Kuliah di Jurusan Idaman Bukanlah Akhir dari Segalanya

Jempolan tangan via pixabay.com

Meskipun segala dalih, perjuangan dan usaha yang telah kamu lakukan tidak mengubah hasilnya, maka satu-satunya cara adalah dengan cara menuruti keinginan mereka. Hal tersebut, memang jarang sekali terjadi, khususnya ketika kamu telah menerima beasiswa dari sebuah institusi atau lembaga pendidikan.

Jika hal itu tetap yang terjadi, satu-satunya cara adalah berpasrah diri. Meskipun kamu mampu, kamu tidak seharusnya memutus tali silaturrahmi dengan mereka, dan kabur untuk mengejar cita-cita.

Bagaimanapun juga, mereka tetap saja kedua orangtuamu, yang membesarkanmu dan oleh karenanya kamu berhutang banyak kepada mereka.


Pada akhirnya, meskipun kamu tidak jadi kuliah di jurusan pilihanmu, masih ada banyak cara untuk bergerak maju dan mencapai tujuan hidupmu. Ada tahun depan, dan tahun depannya lagi, dan tahun depannya lagi untuk mendaftar kuliah dan mendapatkan double degree.

Kamu juga bisa menghadiri kegiatan komunitas, atau les tambahan untuk memperkuat kompetensi yang kamu miliki di bidang yang benar-benar kamu minati. Intinya, gagal kuliah di jurusan idaman bukanlah alasan untuk menyerah.

Di atas segalanya, ada Tuhan yang serba bisa membuat rencana yang sempurna.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *