Hukum

Cara Melaporkan Perusahaan yang Merusak dan Mencemari Lingkungan

Sudah saatnya untuk peduli dengan lingkungan dengan berani melaporkan perusahaan yang nakal dan merusak.!

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Cara Laporkan Pencemaran Lingkungan

Selain untuk mengoptimalkan keuntungan, perusahaan sesungguhnya juga memiliki tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan, sekaligus menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat daerah operasionalnya.

Akan tetapi, kerap kali perusahaan justru memberikan dampak dan pencemaran, melakukan kerusakan, hingga berbenturan dengan kepentingan masyarakat khususnya terkait dengan kelestarian lingkungan.

Dalam kasus perusakan dan pencemaran lingkungan, sebagaimana apa yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, masyarakat memiliki hak dan wewnang untuk melaporkan segala bentuk kekeliruan, pencemaran, ataupun perusakan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan.

“Masyarakat berhak mengajukan gugatan perwakilan ke pengadilan dan atau melaporkan ke penegak hukum terhadap kerusakan hutan yang merugikan kehidupan masyarakat.”

Akan tetapi, hal tersebut bukan perkara yang mudah. Selain kurang memahami hak dan kewajibannya, masyarakat, khususnya mereka yang sedari dulu telah hidup terisolasi, tidak mengerti bagaiman cara dan prosedur yang benar untuk melaporkan perusahaan nakal yang kerap merusak dan mencemari lingkungan.

Lalu, bagaimana cara mengadukan kerusakan dan pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar kita akibat operasional suatu perusahaan? Setidaknya, kamu bisa mengadukannya dengan dua cara, yaitu mengadukannya secara langsung dengan mendatangi pihak yang berwenang, serta mengadukannya secara tidak langsung melalui media telepon genggam dan internet.

Cara Mengadukan Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Secara Langsung

Cara Laporkan Pencemaran Lingkungan

Kerusakan lingkungan via commondreams.org

Pengaduan secara langsung dilakukan dengan mendatangi dan menyampaikan pengaduan kepada Sekretariat Pengaduan atau Pos Pengaduan. Pengaduan dapat disampaikan secara lisan, maupun tulisan. Adapun objek pengaduan menurut Pasal 5 ayat (2) Permenlhk 22/2017, secara terperinci antara lain:

  1. Usaha dan/atau kegiatan yang tidak memiliki atau tidak sesuai dengan izin di bidang lingkungan hidup dan/atau kehutanan;
  2. Pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup;
  3. Perusakan hutan;
  4. Pengelolaan limbah B3 yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan;
  5. Pembalakan liar;
  6. Pembakaran hutan dan lahan;
  7. Perambahan kawasan hutan;
  8. Perburuan, peredaran, dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar ilegal;
  9. Konflik tenurial kawasan hutan;
  10. Pemanfaatan sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional; dan/atau
  11. Usaha dan/atau kegiatan lainnya yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, kehutanan, atau konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Kamu dapat mendatangi Sekretariat Penanganan Pengaduan Kasus-Kasus Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang beralamat di Gedung Manggala Wanabakti Blok 1 Lantai 1, Jln. Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Indonesia, 10207.

Cara Mengadukan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Secara Tidak Langsung

Perusakan Lingkungan oleh Perusahaan

Pencemaran udara besar-besaran via grits.org

Apabila cara langsung tidak memungkinkan untuk dilakukan, atau telah diupayakan namun lambat dalam penanganan, kamu bisa mencoba untuk melayangkan aduan secara tidak langsung. Secara tidak langsung, sebagaimana yang diatur Pasal 10 ayat (4) Permenlhk 22/2017 mencakup media:

  1. Telepon;
  2. Faksimili;
  3. Surat;
  4. Surat elektronik;
  5. Website;
  6. Media sosial;
  7. Pesan singkat;
  8. Aplikasi pengaduan; atau
  9. Media lainnya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Website resmi berikut: http://pengaduan.menlhk.go.id dapat menjadi alternatif bagi kamu yang ingin melakukan pengaduan yang terhadap berbagai praktik yang tidak dibenarkan secara hukum, atau turut berpartisipasi terhadap kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Aduan

Hal Penting

Ingat-ingat! via depositphotos.com

Meskipun siapapun dalam melakukan pengaduan, kapanpun bahkan dimanapun, penting untuk mengetahui aturan dan format pengaduan agar dapat diproses sesuai dengan prosedur kelembagaan.

Setidaknya menurut Pasal 10 ayat (5) dan (6) Permenlhk 22/2017, ada beberapa poin penting yang harus disebutkan dan dicantumkan dalam suatu pengaduan, baik secara lisan maupun tulisan. Poin tersebut mencakup:

  1. Identitas pengadu berupa nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi atau email;
  2. Lokasi kejadian, kerusakan, pencemaran, atau pelanggaran yang dimaksudkan;
  3. Dugaan sementara sumber atau penyebab, yang selanjutkan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut;
  4. Waktu terjadinya, mulainya, serta uraian kejadian dan dampak yang dirasakan baik oleh pelapor, maupun orang lain yang diketahui.
  5. Penyelesaian yang diinginkan; dan
  6. Informasi pengaduan pernah atau belum disampaikan ke Instansi Penanggung Jawab.

Untuk lebih jelasnya, format formulir pengaduan dapat kamu lihat pada Lampiran I Permenlhk 22/2017.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *