Religi

Apakah Makan Dapat Membatalkan Wudhu?

Banyak spekulasi dan kontroversi. Namun bagaimana kebenaran yang hakiki? Simak ulasan hukum islamnya!

Dyah Gayatri Written by Dyah Gayatri
· 2 min read >
Sunnah Menjaga Wudhu Sebelum Tidur

Wudhu merupakan salah satu sarat sah Shalat, yang mana merupakan ibadah yang diwajibkan oleh setiap muslim. Oleh karenanya, sah atau tidaknya wudhu kita juga berpengaruh terhadap sah atau tidaknya shalat kita.

Selama ini, banyak terjadi perdebatan terkait beberapa perkara yang membatalkan wudhu. Salah satunya adalah apabila seorang telah memakan atau memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

Perdebatan tersebut, khususnya dilakukan karena sama-sama memiliki dasar hadits yang kuat. Satu diantara mereka mengatakan bahwa makan dapat membatalkan wudhu, sedangkan yang lainnya mengatakan makan bukan merupakan perkara pembatal wudhu.

Cukup membingungkan, bukan? Lalu, mana diantara keduanya yang benar dan patut kita ikuti, dan mana diantara keduanya yang salah dan patut kita jauhi? Berikut penjelasannya.

Memakan Daging Onta

Daging Onta dapat Membatalkan Wudhu

Sekumpulan onta siap sembelih via kuliahislam.com

Ada hadits yang mensyariatkan untuk mengulang berwudhu ketika memakan jenis daging yang spesifik, yaitu daging onta. Diantaranya hadis dari  Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Apakah  saya harus berwudhu karena makan daging kambing?” Maka Rasulullah menjawab: “Kalau kamu mau boleh wudhu, boeh juga tidak wudhu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Apakah saya harus berwudhu karena makan daging onta?” dan Rasulullah pun kembali menjawab: “Ya, berwudhulah karena makan daging onta.” (HR. Ahmad 21358, Muslim 828, dan yang lainnya).

Memakan Sesuatu yang Dimasak

Makanan yang Dapat Membatalkan Wudhu

Daging panggang lezat dan nikmat via today.com

Riwayat lain menyebutkan bahwasanya berbagai jenis makanan yang dimasak, atau diolah menggunakan panas api merupakan penyebab batalnya wudhu, dan harus mengulang kembali wudhu sebelum shalat.

Hadits tersebut bersumber dari perkataan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harus wudhu karena makan makanan yang tersentuh api.” (HR. Muslim 814)

Selain itu, Ibrahim bin Abdillah bin Qaridz juga pernah berkata bahwa beliau pernah melewati Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang sedang berwudhu. Kemudian Abu Hurairah bertanya, ‘Tahu kenapa saya berwudhu? Karena saya baru saja maka keju. Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berwudhulah karena makan makanan yang tersentuh api.” (HR. Ahmad 7819, Muslim 815, yang lainnya).

Dengan begitu, berdasarkan hadits yang ada, maka memakan buah-buahan tidak mewajibkan seseorang untuk mengulang wudhunya. Akan tetapi, keduanya seolah memberikan indikasi bahwa makanan apapun yang diolah dengan cara dimasak dengan api mengharuskan seseorang untuk memperbaki wudhunya.

Hadits yang Menyatakan Makan Tidak Membatalkan Wudhu

Bagaimanapun juga, kedua hadits tersebut juga tidak secara eksplisit menyebut kewajiban yang mensyariatkan seseorang untuk kembali berwudhu sehabis makan daging onta, atau setelah memakan makanan yang dimasak sebagaimana disebutkan pada kedua hadits di bawah ini.

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma pernah menghidangkan untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sepotong roti dan daging lalu beliau memakannya. Kemudian beliau minta dibawakan air, lalu beliau wudhu dan shalat dzuhur. Kemudian beliau meminta dibawakan sisa makananya tadi, lalu beliau memakannya, kemudian beliau shalat (sunah) tanpa berwudhu. (HR. Abu Daud 191 dan dishahihkan al-Albani).

Kemudian hadis dari Amr bin Umayyah Radhiyallahu ‘anhu, beliau melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotong daging kambing dengan pisau untuk dimakan. Kemudian datang waktu shalat. Lalu beliau letakkan pisau itu, kemudian shalat tanpa berwudhu. (HR. Bukhari 208 & Muslim 820)

Bukan Perintah, Melainkan Hanya Sekedar Anjuran

Beberapa ulama memiliki pendapat yang berbeda atas pertikaian yang terjadi antara beberapa hadits yang ada dan saling berlawanan. Pertama, mereka meyakini bahwa berwudhu setelah memakan daging onta ataupun daging yang diolah dengan cara dimasak menggunakan api tidak lebih dari sekedar anjuran, dan bukan merupakan perintah yang bersifat syariat (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 1/59).

Hadits yang Menghapus Hukum Hadits Lainnya

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, menjelaskan keterangan terakhir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang menyatakan bahwa tidak perlu berwudhu karena makan makanan yang dimasak. (HR. Abu Daud 192, Nasai 185, Ibnu Hibban 1134 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dengan begitu, hadits terakhir yang diberikan oleh Rasulullah dinilai telah menghapus hukum dari hadits-hadits yang datang sebelumnya, yaitu tentag makanan yang dimasak. Inilah yang diamalkan oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tabi’in dan generasi setelahnya. Seperti Sufyan at-Tsauri, Ibnul Mubarok, as-Syafii, Ahmad, Ishaq. Mereka berpendapat tidak perlu wudhu karena makan makanan yang dimasak. (Jami’ at-Turmudzi, 1/140).

Ilustrasi santri yang sedang berwudhu diambil dari nu.or.id

Written by Dyah Gayatri
Urip iku murup. Kehidupan selayaknya dapat memberi kebermanfaatan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan orang di sekitar kita, beserta seluruh alam semesta. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *