Travel

Apakah Air Hujan Aman Dikonsumsi Saat Pendakian?

Tanpa dibekali pengetahuan tentang mekanisme survival yang benar, kegiatan pendakian dapat menjadi ajang bunuh diri.

Avan Fadli Written by Avan Fadli
· 1 min read >
Agar Air Hujan Aman Dikonsumsi

Salah satu kebutuhan dasar dan paling utama dalam suatu pendakian atau ekspedisi adalah stok air bersih. Tanpa pasokan air bersih yang mumpuni, tim pendakian mungkin tidak akan sampai pada tujuan. Jika dipaksakan, kepulangan seluruh anggota tim tidak dapat dipastikan.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkanmu kehabisan stok air bersih di jalan. Salah satunya adalah perencanaan yang memang kurang matang, penggunaan yang terlalu boros, hingga kecelakaan dan kondisi tak terduga seperti tersesat di jalan, atau kondisi lain yang tiba-tiba terjadi di lapangan mencakup kelupaan membawa barang hingga bekal hilang.

Turunnya hujan merupakan salah satu berkah dan bantuan alam yang tidak bisa dilewatkan, khususnya pada kondisi-kondisi yang menentukan. Akan tetapi, muncul sebuah pertanyaan. Apakah meminum air hujan aman ketika pendakian? Pasalnya air tersebut juga mungkin dapat berguna  sebagai cadangan untuk melanjutkan perjalanan.

Mengenal Fitrah Air Hujan

Apakah Air Hujan Aman Diminum Saat Pendakian

Meminum air hujan via sheknows.com

Air hujan umumnya memiliki sifat asam dengan pH rata-ratasekitar 5,6. Akan tetapi, sifatnya yang asam lantas tidak membawa bahaya bagi tubuh. Bahkan air mineral yang kita minum tidak seluruhnya bersifat netral karena mengandung beberapa mineral tambahan didalamnya. Jadi, secara alamiah air hujan sagat aman untuk dikonsumsi.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa air hujan tidak sepenuhnya bebas dari kotoran dan bahaya. Terdapat bakteri, debut serta zat berbahaya lainnya yang mungkin telah mengontaminasi ketika butiran-butiran hujan mulai terbentuk di atas awan.

Kembali lagi, kesemuanya itu tergantung dari lingkungan sekitar gunung yang kamu daki. Apakah terdapat banyak pabrik atau daerah industri yang berdiri di sekitar gunung dan menyumbang polusi, atau apakah gunung yang kamu daki aktif menguarkan asap belerang berbahaya?

Jika jawabannya tidak, karena daerah pegunungan yang kamu daki dan kawasan di sekelilingnya masih sangat asri dan belum tersentuh tangan perusak manusia, maka kemungkinan besar air hujan yang turun dapat kamu konsumsi dengan aman.

Cara Membuat Air Hujan Lebih Aman untuk Dikonsumsi

Agar Air Hujan Aman Dikonsumsi

Memurnikan air hujan via hikertrack.com

Akan tetapi jika jawabannya iya, entah mungkin banyak polusi pabrik di sekitar, atau zat belerang yang diterbangkan, maka lebih baik kamu berhati-hati. Tapi jangan khawatir, dalam situasi yang sangat mendesak, ada cara untuk membuat air hujan yang turun di pegunungan lebih aman untuk dikonsumsi.

Pastikan untuk menampung air hujan dalam wadah yang bersih. Jangan sekali-kali meminum air hujan yang telah tergenang di dedaunan, atau kubangan karena telah tercemar dengan kotoran yang menempel pada permukaannya.

Setelah menampung cukup banyak air hujan dari langit, jangan langsung diminum. Diamkan selama minimal satujam untuk membiarkan partikel yang memiliki berat mengendap di dasar permukaan. Pisahkan air bersih yang berada di atas permukaan dengan endapan yang mengandung banyak kotoran ke dalam wadah baru.

Untuk memastikan kembali, kamu bisa merebus air tersebut. Akan tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan pun, tidak menjadi persoalan yang berarti.

Meskipun demikian, pastikan untuk tetap membawa pasokan air yang cukup supaya lebih aman. Selain itu, kita kita tidak dapat memprediksi dengan pasti kapan hujan akan datang. Lebih amannya, pelajari kembali pengetahuan dasar untuk bertahan di alam liar, termasuk bagaimana mencari dan menemukan sumber air yang aman dikonsumsi sementara menunggu bantuan datang.

Selamat mendaki dan utamakan selalu keselamatan!

Written by Avan Fadli
Berkelana mencari makna kehidupan. Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *