Edukasi

5 Alasan Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya

Pasti ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari orang kaya yang kelihatannya tidak akan miskin sampai tujuh turunan.

Avatar Written by Kreta Amura
· 2 min read >
Cara Menjadi Kaya

Indonesia merupakan satu dari banyak Negara berkembang dengan index gini yang besar, yaitu sekitar 0,389. Artinya, perbedaan antara si kaya dan si miskin cukup terlihat dengan jelas.

Hal tersebut kemudian menjadi masalah, ketika kita berbicara mengenai sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana hal tersebut bisa bertolak dari sila kelima? Pasalnya, 1% orang terkaya menguasai 49,3% dari seluruh aset dan kekayaan nasional.  

Gejala tersebut, bagaimanapun terjadi hampir diseluruh dunia, namun dengan variasi yang berbeda-beda. Indonesia, menurut laporan Global Wealth Report yang dibuat oleh Credit Suisse’, menempati posisi ke-empat sebagai Negara paling timpang di dunia.

Kesenjangan, biasanya berjalan secara natural karena mereka yang sudah kaya akan semakin mudah menjadi lebih kaya, sedangkan yang miskin cenderung akan semakin miskin. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mengapa orang kaya cenderung semakin kaya? Ini alasannya!

1. Tidak Konsumtif

Orang kaya bebas shopping via aguidetoanaheim.com

Pepatah bilang, “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya” Hal tersebut, dalam beberapa sisi masih bisa relevan sepanjang zaman. Mereka yang dapat menahan diri untuk tidak membelanjakan barang-barang konsumtif adalah mereka yang sedang menumpuk aset untuk sebuah rencana besar di masa depan.

Lalu, mengapa kita sering melihat orang kaya yang menghamburkan uangnya? Kita perlu melihat berapa aset dan pendapatkan yang mampu mereka hasilkan, lalu membandingkan dengan uang atau belanja yang dikeluarkan. Faktanya, apa yang mereka belanjakan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang mereka habiskan. Sedangkan kita? Dapat gaji 5 juta saja seminggu habis untuk foya-foya.

2. Bijak Soal Uang

2. Bijak Soal Uang

Manajemen keuangan via dailytelegraph.com.au

Orang kaya memiliki prioritas. Mereka memiliki preferensi lebih untuk benda, barang, atau sesuatu yang dapat terus digunakan, di daur ulang dan menguntungkan bagi mereka baik sekarang atau di masa depan. Oleh karena itu, mereka hanya akan membelanjakan uangnya pada sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan dan memiliki nilai lebih untuk menunjang perkembangan asetnya.

Dalam hal ini, mereka dapat dikatakan konsumtif. Akan tetapi, pada benda atau barang yang memiliki nilai produktif. Sehingga, konsumsi hariannya dapat ditutup oleh pendapatan harian yang mereka dapatkan melalui nilai produksi sebuah benda. Mereka menyebutnya sebagai investasi.

3. Bekerja Cerdas, Bukan Bekerja Keras

Kreatif dan inovatif dalam bekerja via cardiff.ac.uk

Beberapa dari orang kaya merupakan tipikal orang pemalas. Bagaimana caranya seorang pemalas bisa menjadi kaya? Karena mereka terlalu malas untuk bekerja keras sebagaimana orang bekerja pada kebanyakan, mereka berpikir kreatif, hingga dapat melakukan inovasi untuk membuat pekerjaan-pekerjaan mereka menjadi lebih mudah.

Akan tetapi bukan berarti bahwa bermalas-malasan adalah suatu tindakan dan perilaku terpuji. Orang kaya malas akan tetap bekerja keras pada fase awal hidupnya, karena mereka terlalu malas untuk bekerja hingga tua.

4. Merencanakan Keuangan dengan Matang

Perencanaan keuangan via wisdominvestments.com

Sekecil apapun pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan, orang kaya selalu mencatat keuangan mereka. Kebanyakan dari kita meremehkan proses ini. Padahal, proses ini memberikan dampak yang besar bagi visi dan tujuan kita kedepan.

Mencatat keuangan berarti menghasilkan serangkaian data pribadi yang dapat kita gunakan sebagai dasar untuk mengambil hutang, melakukan ansuran, melakukan pendanaan pada sebuah usaha, hingga mengupayakan tabungan untuk usaha lainnya.

Dengan mencatat berbagai jenis keuangan, orang kaya melakukan serangkaian evaluasi terhadap diri sendiri, dan membuat sebuah perencanaan yang lebih matang di tahun atau periode mendatang.

5. Membuat Uang Bekerja Untuknya

Biarkan uang bekerja via istockphoto.com

Mereka yang telah mendapatkan stabilitas di bidang keuangan tidak akan mau repot-repot bekerja siang dan malam, pergi ke kantor dan didera berbagai macam stress dan beban kerja. Mereka tinggal menyodorkan segepok asetnya untuk berbagai produk investasi, dan menunggu hasilnya.

Tidak heran, beberapa orang kaya tidak pernah terlihat “benar-benar bekerja” apa yang mereka lakukan hanya memantau sejauh mana investasi yang mereka lakukan dapat menguntungkan, atau mahal merugikan 5 atau 10 tahun kedepan.


Oleh karenanya, mereka yang miskin tidak selalu miskin karena faktor kemalasan dan nasib buruk. Faktanya, orang kaya memang memiliki akses yang untuk menjadi lebih kaya.

Dalam hal ini, diperlukan campur tangan pemerintah melalui serangkaian kebijakan dan tindakan proaktif untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tapi tetap saja, yang paling utama adalah dari seberapa seorang mau berusaha untuk mengubah hidupnya.

Written by Kreta Amura
Ada banyak keajaiban yang tercipta dari kesendirian seorang insan. Bayangkan, apa yang bisa dicapai umat manusia dengan suatu kebersamaan? Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *